Warga Maliaro Keluhkan Pelayanan PDAM Kota Ternate

Daerah, Maluku Utara177 Dilihat

Foto : Kantor PDAM Kota Ternate

TIMURPOST.com, TERNATE — Dari tahun 1997 hingga 2021 Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, tidak pernah punya solusi terbaik untuk memberikan pelayanan terhadap pelanggan yang ada PDAM hanya punya solusi untuk mencabut meteran pelanggan.

Hal ini disampaikan salah satu warga Kelurahan Maliaro, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, yang enggan dipublis namanya, kepada tim POSTTIMUR.com, Senin, (25/102021).

Ia menyampaikan bahwa sejak dirinya berdomisili di RT. 15/RW. 05 Kel. Maliaro, Kec. Ternate Tengah, pada tahun 1997 hingga detik ini, ia merasakan cukup buruk pelayanan PDAM Kota Ternate, terhadap pelanggan yang ada diseputaran RT. 15. Bahkan pelayanan yang buruk ini bukan saja dirasakan oleh dirinya dan warga seputaran RT. 15, melainkan ada beberapa titik di Kel. Maliaro, pun merasakan hal yang sama.

Menurutnya pelayanan yang sangat buruk ini pun sudah berulangkali disampaikan ke PDAM, namun seakan tidak ada respon bahkan solusi untuk memperbaiki sistem pelayanan terhadap pelanggan pun tidak ada sama sekali, yang ada PDAM hanya memiliki solusi cabut meteran jika pelanggan menunggak, padahal pelayanan mereka terhadap pelanggan saja tidak becus,” terangnya.

“Terutama sistem pelayanan terhadap pelanggan khususnya aliran air, yang sering mati hingga berminggu-minggu dan sekali mengalir hanya sejam lebih sedikit lalu mati kembali, dan lebih parah lagi mengalirnya pada waktu malam hari disaat pelanggan atau warga sudah pada tidur”.

Olehnya itu, sebagai pelanggan dirinya berharap kepada pihak PDAM agar memperbaiki kinerjanya, terutama memperlancar aliran air dimana sering mati hingga membuat kita jadi malas untuk melakukan pembayaran, dikarenakan pelayanan PDAM yang sangat buruk tersebut,” tegasnya.

Sementara Plt. Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Ternate, Tamrin Alwi, saat dikonfirmasi via telepon seluler, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini lagi melakukan upaya untuk memaksimalkan pelayanan aliran air terhadap pelanggan.

Lanjut Tamrin, untuk Kelurahan Maliaro ada tiga titik yang sering mengalami gangguan aliran air dan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR Kota Ternate, guna mencari solusi atas keluhan-keluhan pelanggan terkait dengan kurang maksimalnya aliran air tersebut.

“Untuk masalah kurang maksimalnya aliran air ini, dikarenakan kurangnya produksi sehingga saat ini PUPR Kota Ternate, mengambil langkah alternatif dan melakukan pengeboran diseputaran belakang Masjid Maliaro,” jelasnya.

Sehingga jika pengeboran ini sudah jalan hingga mencapai sumber yang maksimal, maka persoalan itu akan bisa teratasi dengan baik, dan bisa dipastikan tidak ada lagi keluhan dari pelanggan.

Terkait dengan pemutusan meteran, kata dia semua melalui prosedur jadi apabila pelanggan sudah menunggu diatas tiga bulan, tetap pihaknya akan melakukan pemutusan sementara hingga dilunasi baru akan dipasang kembali meterannya seperti semula,” tutupnya.

#tp/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *