Masyarakat Desa Damuli Meminta Kades Turun Dari Jabatannya

TIMURPOST.com, HALTENG– Warga masyarakat desa Damuli dengan tegas meminta kades Damuli mengundurkan diri dari jabatannya.

Pasalnya, Kades dinilai membohongi warga terkait lahan pembangunan mesjid di Desa Damuli Kec. Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Hal ini terungkap saat melakukan rapat pemerintah Desa dan Kecamatan bersama warga masyarakat desa Damuli pada. Senin (07/02/2022) kemarin.

Salah satu warga desa Damuli Abdurahman, saat Dikonvermasi lewat via telpon Oleh Cru POSTTIMUR.com, Rabbu (09/02/2022) mengatakan bahwa, lahan pembangunan mesjid Damuli itu kompensasi politik pada pemilihan kepala desa baru-baru ini.

“Lahan itu milik Ade Hi. Rahim (Kades Damuli), saat mencalonkan diri pada pertarungan pilkades baru-baru itu, di saat itu dia (Kades-red) menyampaikan kepada masyarakat akan menghibahkan tanahnya untuk pembangunan mesjid jika terpilih menjadi kepala desa. Dan disaat ini sudah menjadi Kades namun hanya di hibahkan kurang lebih 40 x 50 Meter dan sisanya harus dibayar”, bebernya.

Berdasarkan kesepakatan rapat hari Senin kamarin, pembayaran sisa lahan akan menggunakan sumber anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2023.

“Dan sudah disepakati dalam rapat Pemerintah Desa bersama Kecamatan dan masyarakat desa Damuli. Lahan sisa yang akan dibayar itu berdasarkan kesepakatan akan di anggarkan melalui ADD 2023 nanti, dan masyarakat sudah menyepakati dan sudah melakukan pengukuran. Usai pengukuran lahan warga meminta segera bentuk panitia pembangunan namun Kades tidak mau dia minta harus dibayar dulu setelah itu bentuk panitia pembangunan”, Ucap Abdurrahman.

Peryataan kades tersebut membuat masyarakat Damuli geram dan bersikap tegas meminta kades Damuli harus dicopot dari jabatan, karena dinilai membohongi masyarakat.

“Tempat mesjid itu sudah peletakan batu pertama oleh pak Bupati Halteng belum lama ini”, katanya.

Untuk di ketahui, Ade Hi. Rahim (Kades Damuli) sempat di laporan di polres Halteng terkait dugaan ijasah palsu saat mendaftarkan diri pada pemilihan Kepala Desa baru-baru ini.

tp/Fhata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *