Densus 88 Tembak Mati, Tersangka Teroris Di Sukoharjo, DPP Permana; Sesuai Prosedur Hukum

Berita, Nasional157 Dilihat

TIMURPOST.com, JAKARTA – Kinerja dan profesionalitas tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri diapresiasi dan bahkan tidak diragukan, atas tindakan tegas dan terukur tim Datasemen Khusus (Densus) Antiteror Polri menembak mati Sunardi (SU) yang terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), profesi dokter di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menjadi tersangka terorisme. Rabu, (09/03-2022) malam.

Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pergerakan Milenial Nusantara (DPP Permana), Khoirul Abidin.

Menurut Cak Abid, Densus 88 Antiteror bekerja responsif, efektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku yang diatur oleh KUHP, KUHAP, UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Perkap Polri No 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam Tindakan Kepolisian, mereka diyakini profesional menjalankan semua tugas.

“Sehingga, penetapan saudara SU sebagai tersangka teroris diyakini sudah berdasarkan prosedur hukum yang berlaku dan alat bukti kuat,” Ungkapnya.

Kata Khoirul saat dimintai keterangannya di Jakarta Sabtu, (12/03/2022). Saya pikir bukan tanpa alasan ya jika aparatur keamanan melakukan tindakan tegas dan terukur itu, lantaran tersangka kasus terorisme SU saat penangkapan berupaya melakukan perlawanan yang brutal dan agresif kepada petugas kepolisian dan membahayakan nyawa masyarakat.

“Kinerja Densus 88 yang terus membuahkan hasil baik hendaknya terus didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Karena, hal tersebut sudah membuat keadaan Indonesia menjadi damai dari gangguan paham-paham radikalisme dan aksi terorisme,” Jelasnya Cak Abid sapaan akrabnya.

Ia juga meyakini, bahwa densus 88 dan jajarannya memiliki kompetensi dan keahlian serta telah bekerja maksimal dalam menjaring dan mengungkap jaringan aksi teror dengan lompatan-lompatan keberhasilan, dalam bentuk Pre-emtive Strike sesuai UU No. 05 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Saya berharap aparatur keamanan tidak berhenti sampai di sini dan terus bekerja maksimal dalam menangkal berbagai gangguan dan ancaman tindakan aksi terorisme di Indonesia, karena jaringan mereka seperti sel tidur yang tak terlihat gerak-geriknya dan menjadi ancaman. Mereka butuh anggota untuk pembiayaan operasional melalui badan-badan amal berkedok kemanusiaan,” Tegasnya.

Ketua Umum DPP Permana itu, juga meminta semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ajaran terorisme, karena ajaran mereka tidak mengenal profesi apapun dan doktrin mereka sangat membayakan bagi kedaulatan berbangsa dan bernegara.

#tp/Gun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *