Persaingan Ekonomi Global Buat Kita Tersadar , Kreativitas dan Inovasi Sangat Dibutuhkan

Berita73 Dilihat

TIMURPOST.com,JAKARTA–Pemasaran sering dianggap kebanyakan orang sebagai promosi atau iklan. Padahal sebenarnya pemasaran adalah konsep kompleks yang digunakan untuk membuat rencana komperehensif untuk menciptakan kesadaran tentang bisnis, meningkatkan basis pelanggan, meningkatkan penjualan, dan mempromosikan produk atau merk, serta membangun brand. Pemasaran perlu dilakukan secara efektif, cermat, kreatif, dan cerdas supaya bisnis dapat bertumbuh secara optimal.

Krisantus Kurniawan, S.IP.,M.Si selaku Anggota Komisi I DPR RI mengatakan bahwa cepatnya pertumbuhan di bidang teknologi informasi serta pola pikir dunia, mendorong para pelaku usaha untuk melakukan peningkatan dan perubahan terhadap segala sistem pemasaran yang digunakan.

“Transisi pemasaran dari tradisional menjadi digital telah membuat satu langkah lebih baik dan efektif bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk yang dimiliki,” kata Krisantus selaku narasumber yang diselenggarakan oleh BAKTI Kominfo RI bekerja sama dengan Komisi I DPR RI dengan tema ‘Optimalisasi Digital Marketing dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi Global’ secara virtual. Jakarta (28/02/2023).

Menurutnya, bagi pelaku usaha, digital marketing dapat dimanfaatkan menjadi alat untuk promosi yang efektif serta memberikan kemudahan bagi konsumen. Hal tersebut dikarenakan adanya kemudahan, kenyamanan, kelengkapan, dan kecepatan yang diberikan oleh sistem digital marketing.

“Selain itu, pelaku usaha juga dapat mejadikan digital marketing sebagai sarana untuk menjangkau target pasar secara efektif,” ujar Anggota Komisi I DPR RI Dapil Kalimantan Barat II.

Selain memberikan kemudahan, kemajuan teknologi digital juga memiliki tantangan global yang tidak bisa kita acuhkan. Persaingan ekonomi global membuat kita tersadar bahwa kreativitas dan inovasi sangat dibutuhkan untuk melakukan marketing secara digital.

Sementara itu narasumber berikutnya, Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, Prof. Henri Subiakto mengatakan bahwa masyarakat Indonesia harus melakukan literasi digital untuk memahami cara menjalankan ekonomi digital.

Ia memaparkan, setiap orang bisa terhubung secara digital. Akibatnya dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik pun terhubung secara digital. Beragam manusia dengan kepentingannya bertemu dalam interaksi yang sama di media digital.

“Indonesia memiliki struktur populasi seperti piramida, artinya semakin ke bawah populasinya lebih didominasi dengan generasi muda,” ujar Henri.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi digital harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas hingga dapat berkompetisi dalam kancah internasional.

Berdasarkan survei We Are Social, April 2021, melalui katadata diinformasikan bahwa pengguna e-commerce di Indonesia sebanyak 88,1% untuk membeli produk tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Presentasi tersebut menempatkan Indonesia menjadi posisi pertama dan tertinggi di dunia.

“Adapun langkah-langkah digital marketing, yaitu menentukan target pasar dan pilihan produk, memilih produk yang menjadi solusi terbaik, membangun wesite dan media sosial,” sebut Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya.

Sementara itu narasumber terakhir, Indriyatno Banyumurti selaku Direktur Eksekutif ICT Watch mengatakan bahwa kendala pelaku UMKM yang sering ditemukan adalah kurangnya management waktu, kurangnya literasi digital marketing, dan kurangnya kreativitas dalam membuat konten.

“Cara agar produk kita dikenal oleh banyak orang, maka kita harus membuat postingan yang isi nya tidak itu-itu saja,” kata Indriyatno.

Ia menyebutkan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam menjalani digital marketing, yaitu alokasi waktu yang diperlukan untuk mengelola media sosial, pemilihan media sosial yang tepat, dan sumber daya yang diperlukan.

“Jangan ragu lagi kita untuk mengoptimalkan digital marketing, dan jangan malas untuk belajar agar kita bisa memanfaatkan potensi besar untuk meningkatkan bisnis kita,” tutup Indriyatno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *