Sungai Sagea dan Program Prioritas Pj Bupati

Opini532 views

Sungai Sagea (Boki Maruru) merupakan sumber air yang digunakan oleh warga untuk keperluan sehari-hari dan juga dikelola oleh BUMDes Sagea untuk memproduksi air mineral kemasan.

Pencemaran limbah PT IWIP di sungai Sagea menjadi perhatian publik dimana dampak dari aktivitas pertambangan telah merusak ekologi yang tentunya sangat merugikan masyarakat lokal di Halmahera Tengah khususnya di wilayah sekitar sungai Sagea.

Dampak lain dari tercemarnya sungai Sagea adalah pada perkebunan, pertanian dan perikanan/kelautan.

Hal ini tentunya akan menambah penderitaan masyarakat yang bekerja di sektor perkebunan maupun perikanan.

Tercemarnya sungai Sagea memberikan efek yang luas bagi kehidupan masyarakat di wilayah sekitar, yang pada gilirannya bukan hanya sebatas merusak ekologi tetapi juga melemahkan sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat.

Dampak negatif dari aktivitas PT IWIP secara konsepsional sering disebut eksternalitas produksi negatif. Ekternalitas negatif erat kaitannya dengan pencemaran lingkungan.

“Tercemarnya sungai Sagea merupakan salah satu contoh eksternalitas negatif dari aktivitas PT IWIP yang mana telah menyebabkan pencemaran limbah di Sungai”

Dampak eksternalitas dari aktivitas PT IWIP telah menyebabkan tercemarnya sungai Sagea shngga terjadi perubahan kualitas air. Perubahan kualitas air sungai Sagea ini yang pastinya merusak ekologi dan ekosistem sekitarnya sehingga menyebabkan hasil tangkapan para nelayan dan petani akan mengalami penurunan hasil tangkapan maupun produksi perkebunan.

Pj bupati selaku kepala daerah tentunya akan menjadi sorotan publik dengan adanya masalah eksternalitas negatif yang telah mencemari sungai Sagea. Masyarakat harusnya mempertanyakan keseriusan Pj bupati terkait masalah lingkungan yang mana merupakan salah satu program prioritasnya.

Apa yang dimaksudkan pj bupati dengan pelestarian lingkungan dalam program prioritasnya dengan melihat fenomena yang terjadi saat ini. Tercemarnya sungai Sagea merupakan masalah serius terkait lingkungan, sehingga Pj bupati perlu membuktikan keseriusan dalam membangun daerah dan sejahterakan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *