Ternate Darurat Sampah

Opini144 Dilihat

Sampah merupakan sisa dari aktivitas sehari-hari manusia atau proses alam yang terbentuk padat. Dari aktivitas manusia, seringkali tidak memikirkan hal lain dari kehidupannya, seperti lingkungan serta kehidupan makhluk hidup yang lain sehingga aktifitasnya sebatas membuang tanpa menjaga dan merawat lingkungan.

Proses pembuangan serta penumpukan sampah tampaknya jelas bukan lagi hal baru untuk di terka, tentu dapat kita lihat dalam kehidupan masyarakat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara kini marak terjadi,

Sampah di sepanjang selokan Kota Ternate, khususnya di Kelurahan Gambesi dan beberapa kelurahan lain, justru menunjukkan dampak negatif dari pertumbuhan penduduk serta ekonomi yang pesat. Kota ini sebagai pusat kegiatan jasa, industri, dan bisnis akan tetapi mengalami peningkatan produksi limbah yang signifikan.

Beragam jenis sampah berserakan menciptakan lingkungan yang tidak lagi nyaman dan menyebabkan kerusakan pada lingkungan masyarakat, dari penumpukan sampah ini menjadi kebiasaan masyarakat untuk terus melakukan hal yang sama.

Ini merupakan cerminan buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar, maka pentingnya melakukan penyadaran terhadap masyarakat untuk menjaga hinga dapat membuang sampah pada tempatnya.

Sebentara kita tahu bahwa data yang dilansir oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Ternate, jelas menunjukan volume sampah tahun 2023 meningkat secara drastis, mencapai 180-200 ton per hari, dibandingkan dengan 120 ton per hari pada tahun 2022. Dengan 70% sampah yang dihasilkan adalah sampah organik, tantangan pengelolaan sampah di Kota ini semakin kompleks.

Maka dari sini mestinya upaya kerja-kerja konkret untuk mengatasi permasalahan sampah harus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah yang baik, implementasi program daur ulang,

dan peran aktif pemerintah daerah dalam menyediakan sarana-prasarana pengelolaan sampah yang memadai. Hanya dengan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat Kota Ternate dapat menghadapi tantangan ini dan menjaga keberlanjutan lingkungannya.

Penulis : Jasniar Samsul (Seorang mahasiswa Ekonomi pembangunan Universitas Khairun)
Editor : Ajim Umar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *