POSTTIMUR.COM, TERNATE — Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, wawasan kebangsaan dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Hasby Yusuf, saat memberikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair), Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan FEB Unkhair itu merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026.

Sosialisasi diikuti mahasiswa baru FEB Unkhair dan turut dihadiri Dekan FEB Unkhair bersama jajaran dosen.
Dalam penyampaiannya, Hasby Yusuf mengingatkan mahasiswa bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat mengejar gelar dan prestasi akademik. Kampus juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter serta kesadaran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.
Ia menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi yang penting dipahami dan diterapkan oleh generasi muda.
Menurut Hasby, mahasiswa sebagai kelompok intelektual memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
“Mahasiswa harus kritis, tetapi sikap kritis itu harus tetap dibangun dalam semangat menjaga persatuan dan menghargai perbedaan,” pesan Hasby kepada mahasiswa baru.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi dan derasnya informasi di media sosial. Mahasiswa diminta tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi mampu berpikir kritis dalam memilah informasi.
Hasby mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya, terutama konten yang dapat memicu konflik dan perpecahan.
“Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk memperluas pengetahuan justru digunakan untuk menyebarkan informasi yang memecah belah,” ujarnya.
Rawat Keberagaman Maluku Utara
Dalam konteks Maluku Utara, Hasby menekankan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang sosial, menurutnya, harus dipandang sebagai kekuatan yang memperkaya kehidupan bersama, bukan alasan untuk saling menjauh.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika, kata Hasby, harus terus hidup dalam lingkungan kampus maupun masyarakat.
Mahasiswa baru Unkhair pun didorong untuk membangun ruang pergaulan yang terbuka, saling menghormati dan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik.
Selain memahami Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, mahasiswa juga diajak memahami UUD 1945 serta prinsip NKRI sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mahasiswa dan Masa Depan Daerah
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan mahasiswa mengenai posisi strategis generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.
Hasby berharap mahasiswa Unkhair dapat memanfaatkan masa perkuliahan bukan hanya untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan, membangun kepedulian sosial dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
Nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi PKKMB, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini menjadi bagian dari rangkaian PKKMB FEB Unkhair 2026 yang membekali mahasiswa baru dengan pengenalan lingkungan akademik sekaligus wawasan kebangsaan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang berpikir kritis, menghargai keberagaman, menjaga persatuan dan mengambil bagian dalam pembangunan Maluku Utara serta Indonesia. (*)
