HALSEL, POSTTIMUR.COM — Konflik antara pemuda Desa Orimakurunga dan Desa Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Pengurus Besar Forum Mahasiswa Maluku Utara (PB-FROMMALUT) Jabodetabek, Reza A. Syadik, mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan segera mengambil langkah konkret untuk meredam ketegangan tersebut.
Reza menilai, perselisihan antarpemuda kedua desa berpotensi berkembang menjadi konflik horizontal yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara serius oleh kepolisian, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa.
“Jika pertikaian antardesa terus melebar tanpa ada upaya konkret dari pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa setempat, maka konflik ini akan semakin berkepanjangan,” tegas Reza.
Menurut Reza, persoalan tersebut bermula dari peristiwa pertikaian antarpemuda Orimakurunga dan Laluin yang terjadi setelah laga final sepak bola di Desa Sagawele.
Pasca-peristiwa tersebut, warga Desa Laluin disebut melakukan pemalangan dan pemboikotan akses jalan yang menghubungkan aktivitas masyarakat di Kecamatan Kayoa Selatan.
Reza mengatakan, aparat melalui Polsek Kayoa sebelumnya telah berupaya membuka akses jalan yang diblokir. Namun, menurut dia, persoalan kembali mencuat setelah terjadi dugaan perusakan atau pembocoran jaringan air PDAM yang merupakan fasilitas vital bagi kebutuhan masyarakat.
“Sangat disayangkan dan ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi. Saya mendesak Polres Halsel melalui Polsek Kayoa segera mengusut dan menangkap pelaku di balik dugaan perusakan fasilitas daerah yang digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Desak Pemerintah Segera Mediasi
Reza juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Desa Orimakurunga, agar tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh keadaan. Menurutnya, penyelesaian konflik harus dikedepankan melalui dialog dan mediasi yang melibatkan seluruh pihak.
Ia secara khusus meminta Camat Kayoa Selatan, Kepala Desa Orimakurunga, dan Kepala Desa Laluin segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas persoalan tersebut.
“Peran pemerintah kecamatan dan kedua pemerintah desa sangat penting untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak memicu konflik horizontal yang lebih besar,” katanya.
Jika pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dinilai tidak mampu mengendalikan situasi, Reza meminta Bupati dan Wakil Bupati Halsel bersama Kapolres Halsel turun langsung mengambil langkah penyelesaian.
Minta Evaluasi Camat dan Dua Kepala Desa
Tak hanya meminta penyelesaian konflik, Reza juga mendesak Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan melakukan evaluasi terhadap Camat Kayoa Selatan serta Kepala Desa Orimakurunga dan Kepala Desa Laluin.
Menurutnya, posisi Desa Laluin yang menjadi pusat Kecamatan Kayoa Selatan membuat situasi keamanan di wilayah tersebut memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk pelayanan pemerintahan dan kesehatan.
“Desa Laluin merupakan pusat kecamatan yang menjadi sentral aktivitas masyarakat Kayoa Selatan dari berbagai sisi, baik perkantoran kecamatan, puskesmas, maupun aktivitas masyarakat lainnya,” jelasnya.
Reza menegaskan, pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang dinilai semakin tegang.
Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperbesar konflik.
“Kami tegaskan sekali lagi, pernyataan ini bukan sekadar keluhan. Situasi yang semakin panas dan melebar harus segera dihentikan agar masyarakat tidak terjebak dalam konflik yang lebih besar,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat keamanan segera mengambil langkah terukur untuk memastikan keamanan masyarakat serta membuka ruang dialog antara kedua desa demi mencegah konflik kembali meluas.
Reporter: Aziz Awat
