Foto : Ismawan Din Hatari
Oleh : Ismawan Din Hatari
(Kader HMI Komisariat Ibnu Sina)
Ngaku rasai, budi re bahasa, sopan re hormat, famtait re faimoy.
Dari belantara hutan, kita akan selalu susuri
Pohon-pohon sagu yang menjulang tinggi, demi hudup ini
Torang maraya pigi
Namun dari tahun ke tahun, selalu kita memanjakan duka.
Tangisan bersorak ke penjuru pulau para kapita.
Hey..
Kita telah banyak kehilangan nyawa
Dari kebengisan manusia yang tak berahlak
Apa kitorang harus tatap manganga ?
Jangan main-main
pembantaian bukanlah permainan
Anak cucu butuh kasih sayang
Sementara yawa kita akan direnggut dan tak berdaya.
Di belantara hutan
Darah mengalir dari sungai-sungai
Kulit dan tulang terpisah menjadi bangkai
Ditikam, dicincang, ditinggalkan diatas kerikil-kerikil tajam.
Apa torang harus tinggal diam ?
Jangan bacarita jago
Kalau depe akhir torang samua panako
Carita kiri kanan itu baru jago
Pambodo
Lihat saja nanti
Kalau hal ini tidak dibijaki
Tahun-tahun berganti
Pasti lagi yang mati
Mati adalah pasti
Tapi tidak dengan cara seperi ini









