POSTTIMUR.COM, HALTIM_ Menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Fayaul, Kecamatan Wasile Selatan terkait merosotnya produksi rumput laut dalam dua tahun terakhir, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Halmahera Timur melakukan inspeksi lapangan pada Kamis (20/11/2025). Kunjungan lapangan ini dipimpin Sekretaris DKP Salam Yakub, S.Pi, bersama Kepala Bidang Budidaya, M. Dasim Hasan, SP, serta dua staf teknis.
Inspeksi dilakukan sebagai respons cepat atas aduan yang disampaikan warga Fayaul sehari sebelumnya di Kantor DKP Haltim. Para petani rumput laut mengeluhkan hasil panen mereka yang anjlok drastis sejak 2024 hingga 2025.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.30 WIT, tim DKP langsung melakukan pengecekan fisik pada area budidaya. Hasil pengamatan awal menunjukkan indikasi kerusakan berat pada tanaman rumput laut.
Rumput laut tampak membusuk,
Tidak menunjukkan tanda pertumbuhan,
Dipenuhi bintik-bintik hitam yang tidak lazim,
Kondisi perairan terlihat keruh dan mengeluarkan aroma tidak biasa.
Tim juga mengambil sejumlah sampel untuk dianalisis lebih lanjut guna memastikan jenis penyakit maupun dugaan kontaminasi air laut.
Kondisi rumput laut yang membusuk, keruhnya air, dan munculnya gejala langka pada tanaman semakin menguatkan dugaan masyarakat bahwa kerusakan ini bukan terjadi secara alami.
Warga menilai PT JAS perlu bertanggung jawab terhadap dampak ekologis yang terjadi, apalagi kerugian ekonomi para petani kini telah mencapai level memprihatinkan.
“Kalau laut sudah tercemar, kami mau hidup dari mana lagi?” keluh salah satu petani.
Inspeksi ini menandai langkah awal pemerintah daerah dalam memverifikasi dugaan pencemaran yang selama ini disuarakan petani. Warga berharap hasil analisis nanti tidak hanya menjadi laporan teknis, tetapi juga menjadi dasar tindakan tegas pemerintah terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian masyarakat.
Terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Halmahera Timur Hadijah Talip., SP. M.Si mengatakan, “besok saya akan rapat bersama tim yang turun ke lapangan setelah itu baru saya infokan kelanjutannya.” ungkap Kadis saat di konfirmasi via WhatsApp.(*)










