‎Pencurian Sapi Berulang di Wasile Timur, Warga Pertanyakan Kinerja Aparat

POSTTIMUR.COM, WASILE – Aksi pencurian ternak sapi di Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, kian meresahkan warga. Dalam peristiwa terbaru, dua lokasi berbeda dilaporkan menjadi sasaran pelaku dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni di Desa Rawamangun dan Desa Tutuling Jaya.

‎Kejadian tersebut diduga berlangsung pada Minggu malam (29/3/2026). Namun, warga baru mengetahuinya keesokan hari setelah menemukan potongan sapi yang ditinggalkan di lokasi kejadian.

‎Di Desa Rawamangun, warga bernama Supriyatin menjadi korban. Sapi milik korban disembelih langsung di tempat oleh pelaku, kemudian sebagian daging dibawa kabur. Sisa potongan yang ditinggalkan di kebun.

‎Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Tutuling Jaya pada malam yang sama. Seekor sapi milik warga setempat diduga dicuri dengan pola yang sama.

‎Warga menyebut, aksi pencurian dengan modus menyembelih sapi di lokasi bukanlah hal baru. Kejadian serupa telah berulang kali terjadi di wilayah Wasile dan Wasile Timur.

‎“Sudah berkali-kali terjadi, tapi kasus ini belum juga terumgkap. Polisi sebenarnya kerja atau tidak?” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

‎Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Wasile, AKP. Mus Senen, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta aparat desa.

‎Ia menjelaskan, pemerintah daerah sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar ternak dikandangkan guna mengurangi risiko pencurian.

‎“Sudah ada imbauan dari pemerintah daerah agar ternak dikandangkan. Kami berharap masyarakat bisa mematuhi karena ini juga bisa mengurangi risiko pencurian,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

‎Menurutnya, selama tahun 2025 pihak kepolisian telah berhasil mengungkap satu kasus serupa dan menetapkan satu tersangka yang kini telah menjalani proses hukum.

‎“Tahun kemarin kami sudah menangkap satu tersangka dan sudah diproses sesuai ketentuan,” katanya.

‎Meski demikian, Kapolsek mengakui bahwa kasus pencurian ternak yang terjadi belakangan ini diduga melibatkan lebih dari satu pelaku atau memiliki indikasi jaringan.

‎“Kami menilai ada kemungkinan sindikat. Dari tersangka yang kami amankan, kami sudah lakukan penelusuran, namun yang bersangkutan belum mengakui adanya keterlibatan pihak lain,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Camat Wasile dan Wasile Timur, serta melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memperkuat sistem keamanan di tingkat desa.

‎“Kami mendorong agar sistem keamanan lingkungan di setiap desa lebih diberdayakan dan penjagaan diperketat,” tambahnya.

‎Kapolsek juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus. Ia meminta warga yang menjadi korban untuk segera melapor, bukan menyelesaikan kasus secara mediasi.

‎“Kalau hanya mediasi, tidak akan menimbulkan efek jera. Kami harap korban segera melapor agar bisa kami tindaklanjuti,” tegasnya.

‎Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar menempatkan ternak tidak terlalu jauh dari pemukiman agar lebih mudah diawasi.

‎“Sesuaikan lokasi ternak agar tetap dalam pantauan. Niat dan kesempatan bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

‎Hingga kini, rangkaian kasus pencurian ternak tersebut masih dalam penyelidikan. Warga berharap adanya langkah konkret dan tegas dari aparat agar kasus serupa tidak terus berulang dan rasa aman di tengah masyarakat dapat kembali terjaga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *