
POSTTIMUR.COM, Haltim_ Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur dari Partai Gelora Indonesia, Muhammad Ramdhan Hi. Murid, S.IP, melaksanakan agenda Reses Masa Sidang III Tahun 2025 di daerah pemilihannya (Dapil II) yang meliputi Kecamatan Wasile, Wasile Selatan, Wasile Timur, Wasile Tengah dan Wasile Utara.
Reses yang dijadwalkan berlangsung pada 23–30 September 2025 ini dimanfaatkan Ramdhan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, serta mendengarkan berbagai persoalan di tingkat desa.
Ramdhan turun di tiga titik strategis, yakni Desa Mekarsari (Kecamatan Wasile), Akejawi (Kecamatan Wasile Selatan), dan Rawamangun (Kecamatan Wasile Timur).
Kehadiran legislator muda ini disambut antusias oleh warga. Sejumlah isu prioritas disampaikan masyarakat, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, dukungan sektor pertanian dan perikanan, hingga pelayanan kesehatan serta pendidikan.
“Reses adalah momentum bagi kami anggota dewan untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan rakyat, sekaligus menjembatani aspirasi itu agar masuk dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujar Ramdhan di sela kegiatan (26/9).
Sebagai wakil rakyat dari Dapil II, Ramdhan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Wasile. Ia menyebut aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan pokok dalam penyusunan program kerja DPRD, sekaligus menjadi dasar pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Apa yang kita dengar di desa-desa inilah suara rakyat sesungguhnya. Kami di DPRD akan mengawal dan memastikan agar kepentingan masyarakat tidak sekadar menjadi catatan, tetapi benar-benar terealisasi dalam bentuk kebijakan dan program pembangunan,” tegasnya.
Reses DPRD merupakan agenda konstitusional yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, di mana setiap anggota dewan wajib turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Ramdhan mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang hadir dalam reses, sembari berharap agar sinergi antara rakyat dan wakil rakyat terus terjaga.
“Demokrasi akan hidup bila rakyat aktif menyuarakan aspirasinya. Dan tugas kami adalah menjadi corong sekaligus penghubung agar suara itu terdengar di ruang-ruang kebijakan,” tutupnya.(*)










