POSTTIMUR.COM, TERNATE- Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hasby Yusuf, S.E., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMA Negeri 4 Kota Ternate, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penguatan gerakan “Siswa Berkarya Tanpa Narkoba”.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa dan guru tersebut berlangsung penuh antusias. Para pelajar tampak aktif mengikuti rangkaian acara, mulai dari pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga ajakan bersama untuk menjauhi narkoba dan mengisi masa muda dengan karya-karya positif.
Dalam sambutannya, Hasby Yusuf menegaskan bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan negara di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, menjadi sangat penting untuk ditanamkan sejak dini.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep, tetapi nilai-nilai hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika generasi muda memahami dan menghayatinya, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, cinta tanah air, dan memiliki ketahanan moral yang kuat,” ujar Hasby Yusuf di hadapan para siswa.

Ia juga menekankan bahwa salah satu tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini adalah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan, melemahkan daya saing, serta mengancam ketahanan bangsa.
“Kita ingin melahirkan generasi yang produktif dan kreatif, bukan generasi yang hancur karena narkoba. Melalui gerakan Siswa Berkarya Tanpa Narkoba, saya berharap anak-anak muda di Ternate bisa menyalurkan energi dan potensi mereka ke hal-hal yang positif,” tambahnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara, Drs. Hairuddin Umaternate, M.Si. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba saat ini semakin menyasar kalangan pelajar. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan.
“Sekolah adalah benteng utama dalam pencegahan narkoba. Edukasi, pengawasan, serta pembinaan karakter harus berjalan seiring. Pelajar harus berani mengatakan tidak pada narkoba dan menjadi pelopor gaya hidup sehat,” tegas Hairuddin.

Sementara itu, akademisi Universitas Khairun (Unkhair), Nurdin I. Muhamad, S.E., M.Si., menekankan pentingnya penguatan karakter dan pengembangan kreativitas siswa sebagai langkah preventif. Menurutnya, ketika pelajar diberi ruang untuk berkarya—baik di bidang seni, olahraga, literasi, maupun inovasi—maka peluang mereka terjerumus ke perilaku negatif akan semakin kecil.
“Generasi muda memiliki potensi luar biasa. Tugas kita bersama adalah menciptakan ekosistem yang mendorong mereka untuk terus berkarya, berprestasi, dan memiliki orientasi masa depan yang jelas,” ungkap Nurdin.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dibekali pemahaman kebangsaan, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba.
(Ikhy)











