Oleh: Meisin Suryani & Namira Tahmid
Mahasiswa Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Khairun
Budaya nongkrong sambil menikmati secangkir kopi kini telah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa modern. Di lingkungan kampus, kedai kopi bukan lagi sekadar tempat membeli minuman, tetapi juga ruang berdiskusi, bertukar ide, hingga menyelesaikan tugas kuliah bersama. Fenomena ini kemudian membuka peluang besar bagi tumbuhnya usaha kopi skala kecil, terutama yang berada di sekitar kawasan kampus.
Salah satu usaha yang mulai dikenal di kalangan mahasiswa adalah Mide Coffee yang berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun. Usaha ini dibangun oleh Lutfi Lawarang, seorang pemuda yang berhasil mengubah hobi nongkrong dan kecintaannya terhadap kopi menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Sebelum membuka usaha tersebut, Lutfi diketahui bekerja sebagai freelance di bidang alokasi BBM di Halmahera. Dari pekerjaan itulah ia mengumpulkan modal awal untuk memulai usaha secara mandiri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa sebuah usaha besar sering kali lahir dari keberanian melihat peluang di sekitar lingkungan sendiri.
Selama kurang lebih dua tahun beroperasi, Mide Coffee mulai memiliki tempat tersendiri di hati mahasiswa FEB Unkhair. Banyak mahasiswa datang bukan hanya untuk membeli kopi, tetapi juga menjadikan tempat tersebut sebagai ruang berkumpul dan bersosialisasi. Tingginya minat mahasiswa menjadi tanda bahwa usaha ini memiliki potensi berkembang yang cukup besar.
Dalam aktivitas sehari-hari, Mide Coffee mulai beroperasi pukul 09.00 hingga 17.00 WIT. Sebelum melayani pelanggan, pemilik usaha membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menyiapkan bahan baku dan perlengkapan penjualan. Rutinitas tersebut menggambarkan keseriusan pelaku usaha dalam menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen.
Namun, di balik potensi yang dimiliki, Mide Coffee masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam aspek pemasaran. Hingga saat ini, promosi usaha masih terbatas di lingkungan kampus dan lebih banyak mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Akibatnya, masyarakat di luar kampus belum banyak mengetahui keberadaan usaha tersebut.
Padahal, di era digital saat ini, media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan sebuah usaha. Platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business dapat menjadi sarana promosi yang efektif dan relatif murah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.
Dalam perspektif manajemen strategis, kondisi ini menjadi tantangan penting yang harus segera direspons. Sebab, kemampuan sebuah usaha untuk bertahan dan berkembang tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
Mide Coffee sebenarnya memiliki modal yang cukup kuat untuk berkembang. Selain memiliki pasar mahasiswa yang aktif, usaha ini juga memiliki konsep tempat nongkrong yang dekat dengan kehidupan anak muda. Sayangnya, potensi tersebut belum didukung dengan pengelolaan branding dan promosi digital yang maksimal.
Karena itu, penguatan pemasaran digital menjadi langkah penting yang perlu dilakukan. Mide Coffee dapat mulai aktif membuat konten kreatif di media sosial, seperti foto produk, video proses pembuatan kopi, maupun suasana tempat nongkrong yang menarik perhatian mahasiswa. Konten semacam itu dapat membantu membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Selain promosi digital, penguatan identitas brand juga menjadi hal yang penting. Desain logo yang menarik, kemasan produk yang khas, hingga konsep usaha yang mudah dikenali dapat membantu Mide Coffee memiliki ciri tersendiri di tengah persaingan bisnis kopi yang semakin ketat.
Strategi promosi lain seperti diskon khusus mahasiswa, paket hemat, hingga giveaway di media sosial juga dapat menjadi cara efektif untuk meningkatkan minat konsumen. Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu usaha lebih dikenal dan menciptakan loyalitas pelanggan.
Pada akhirnya, kisah Mide Coffee menunjukkan bahwa usaha kecil yang lahir dari hobi dan keberanian melihat peluang memiliki kesempatan besar untuk berkembang. Dengan dukungan strategi pemasaran digital yang tepat, Mide Coffee berpotensi menjadi salah satu UMKM kopi yang tidak hanya dikenal di lingkungan kampus, tetapi juga mampu bersaing di tengah masyarakat yang lebih luas.










