Kurang Strategis, Lokasi Baru Berdampak Pada Penurunan Pendapatan Martabak Ronggolawe 11

Oleh: Najwa Alicia, Balquessanatul Husnul Qowim, dan David Rio Navaljiah Ulhaq

Mahasiswa Marketing Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun

UMKM Martabak Ronggolawe 11 pertama kali didirikan oleh Bapak Tarji pada tahun 2005 dengan lokasi awal yang berada tepat di depan Kantor Wali Kota Ternate. Kawasan tersebut kini telah berkembang menjadi salah satu ikon Kota Ternate, yakni Landmark Ternate. Seiring perkembangan kota dan adanya proyek pembangunan kawasan Landmark, Martabak Ronggolawe 11 kemudian berpindah lokasi ke Jalan Sultan M. Djabir Sjah atau tepat di belakang Jatiland Mall Ternate.

Pada lokasi tersebut, usaha Martabak Ronggolawe 11 masih mampu bertahan dan berkembang karena posisinya dinilai cukup strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Namun, sejak Oktober 2022, kawasan kuliner belakang Jatiland Mall mulai ditata dan direnovasi oleh Pemerintah Kota Ternate. Selama proses pembangunan berlangsung, para pedagang direlokasi sementara ke kawasan Benteng Oranje. Setelah proses penataan selesai, pusat kuliner tersebut kembali dibuka dan para pelaku UMKM mulai menempati lapak baru mereka pada Januari 2025 di belakang Jatiland Mall.

Setelah kembali menempati lokasi baru tersebut, Martabak Ronggolawe 11 mulai mengalami penurunan pendapatan. Meskipun masih berada di kawasan yang sama dengan berbagai UMKM kuliner lainnya, posisi kedai yang berada di area cukup “pojok” membuat usaha ini menjadi kurang terlihat oleh masyarakat. Akibatnya, banyak konsumen yang melintas tidak menyadari keberadaan Martabak Ronggolawe 11.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya jumlah pelanggan dan menurunnya omzet penjualan harian. Dalam bisnis kuliner, lokasi usaha yang mudah terlihat dan mudah dijangkau merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Berdasarkan sudut pandang pemasaran strategik, permasalahan utama yang dialami Martabak Ronggolawe 11 bukan hanya terletak pada perpindahan lokasi, tetapi juga pada menurunnya visibilitas usaha, aksesibilitas, serta daya tarik visual kedai. Oleh karena itu, Pak Tarji selaku pendiri Martabak Ronggolawe 11 memerlukan strategi pemasaran yang lebih adaptif agar usahanya tetap mampu bersaing dan berkembang meskipun berada di lokasi yang kurang strategis.

Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah memperkuat digital marketing. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp Business perlu dilakukan secara lebih aktif untuk memperkenalkan lokasi baru sekaligus membangun interaksi dengan pelanggan. Konten promosi tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga dapat berupa proses pembuatan martabak, testimoni pelanggan, hingga informasi titik lokasi yang jelas agar konsumen lebih mudah menemukan kedai Martabak Ronggolawe 11.

Saat ini, promosi melalui live streaming TikTok menjadi salah satu strategi yang dinilai efektif karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara pemilik usaha dan calon konsumen. Melalui fitur komentar, pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan penjual sehingga tercipta kedekatan emosional yang dapat meningkatkan minat beli.

Selain itu, pemanfaatan layanan pesan antar seperti GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood juga menjadi langkah strategis di era digital saat ini. Kehadiran layanan tersebut memungkinkan konsumen membeli produk tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha, sehingga jangkauan pasar menjadi lebih luas.

Strategi visual marketing juga perlu diperhatikan. Karena posisi kedai berada di area yang kurang menonjol, diperlukan penambahan banner berukuran besar, lampu penerangan yang menarik perhatian, papan petunjuk arah, serta desain booth yang lebih mencolok agar konsumen lebih mudah mengenali lokasi Martabak Ronggolawe 11. Dalam pemasaran kuliner, tampilan visual sering kali menjadi faktor awal yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Di samping fokus pada promosi dan penjualan, kualitas pelayanan juga harus tetap dijaga. Pelayanan yang cepat, ramah, dan konsisten dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga menciptakan promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth marketing yang sangat efektif dalam bisnis kuliner UMKM.

Melalui penerapan strategi pemasaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan digital, Martabak Ronggolawe 11 diharapkan mampu meningkatkan kembali minat konsumen serta omzet penjualan. Pemanfaatan media sosial, layanan pesan antar online, peningkatan promosi visual, dan penguatan ciri khas produk menjadi langkah penting agar usaha ini tetap bertahan dan berkembang.

Dengan penerapan strategi tersebut secara konsisten, Martabak Ronggolawe 11 diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga berkembang menjadi salah satu UMKM kuliner yang lebih dikenal masyarakat Kota Ternate dan memiliki daya saing yang kuat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *