POSTTIMUR.COM, HALTIM – Musyawarah Besar (Mubes) I Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Halmahera Timur menetapkan Majida Fabanyo sebagai Ketua Formatur terpilih. Penetapan berlangsung di Aula Kantor Desa Bumi Restu, Kecamatan Wasile, Sabtu, 5 September 2026.
Majida meraih 36 suara dan unggul atas Ade Salman yang memperoleh 19 suara.
Kemenangan tersebut mencatat sejarah baru bagi IKT Halmahera Timur. Majida menjadi perempuan pertama yang mendapat mandat memimpin formatur dan menyusun kepengurusan periode 2026-2030.
Usai ditetapkan, Majida menegaskan IKT bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu. Ia meminta dukungan para sesepuh dan seluruh keluarga besar Tidore untuk bersama-sama membangun organisasi.
“IKT ini bukan organisasi milik pribadi, tetapi milik kita bersama. Saya tidak mungkin menjalankan roda organisasi ini sendiri. Karena itu, saya membutuhkan masukan dari para sesepuh dan seluruh keluarga besar Tidore di Halmahera Timur,” ujar Majida.
Menurutnya, IKT harus mengambil peran strategis dan menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur melalui program yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“IKT harus memiliki peran strategis dan menjadi mitra pemerintah daerah. Kita perlu membangun sinergi program yang dapat memberikan dampak nyata,” katanya.
Dalam sambutannya, ia turut memberikan apresiasi kepada Ade Salman. Majida menyebut rivalnya dalam pemilihan itu sebagai salah satu figur yang turut memotivasinya.
Terpisah, Ketua Panitia Mubes I IKT Halmahera Timur, Fajri Barakati, menyampaikan apresiasi kepada para sesepuh IKT di wilayah Wasile dan Wasile Timur serta seluruh keluarga besar Tidore di Halmahera Timur atas antusiasme dalam menyukseskan Mubes perdana tersebut.
Menurutnya, dukungan dan semangat kebersamaan masyarakat menjadi faktor penting sehingga seluruh rangkaian musyawarah dapat berlangsung meriah, tertib, dan penuh nuansa persaudaraan.
Fajri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, terutama Bupati Ubaid Yakub dan Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, atas perhatian dan dukungan terhadap keberadaan IKT.
Ia menilai kehadiran dan dukungan pemerintah, khususnya perhatian Sekda yang turut membuka Mubes, menjadi energi positif bagi keluarga besar Tidore untuk semakin percaya diri mengambil bagian dan berkontribusi dalam pembangunan Halmahera Timur.
Rangkaian Mubes I kemudian ditutup dengan jabat tangan Majida dan Ade di hadapan peserta. Momen itu menjadi simbol berakhirnya kompetisi sekaligus menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak menghilangkan persaudaraan keluarga besar Tidore di Halmahera Timur.(Phian)
