Tenant VS Pawang Hujan 1-0, Fakta Unik Lain Dari Penyebab Hujan Saat MotorGP @Sirkuit Mandalika. 

Opini189 Dilihat

Oleh: Cut Ima Susanti

Ajang MotorGP, yang diselenggarakan di Sirkuit International Mandalika pada tanggal 18 s.d. 20 Maret 2022 menyisakan banyak kenangan yang luar biasa dan sulit dilupakan bagi para penonton, dan terkhusus bagi para Tenant.

Di Gate 2 sebelah timur, terdapat Booth MANDALIKA FOOD, yang merupakan booth kuliner nusantara seperti UMKM dari Padang, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jawa Timur dan selebihnya adalah Nusa Tenggara Barat.

Semua UMKM pada Booth kuliner yang difasilitasi oleh KemenkopUKM ini pada hari pertama banyak mengalami kerugian. ini terjadi karena hari pertama pebalap motor hanya melakukan test drive, menyebabkab penonton sedikit. selain itu booth ini terlalu eksklusif dan tertutup, sehingga para penonton tidak singgah.

Di sore hari, ketika booth sudah tutup, aku mendengar seorang tenant berbicara kepada anggotanya, “itu nasi briyani di termos besar dan makanan lain yang tidak bisa bertahan lama, segera dibawa ke panti asuhan”. begitulah menyiasati agar makanan yang banyak tidak terbuang sia-sia dan menjadi amal akhirat.

Lalu pada hari ke dua meskipun booth ini dikunjungi oleh 2 orang Menteri yaitu MenkopUKM, Bapak Teten Masduki dan Menparekraf, Bapak Sandiaga Uno, penonton yang berkunjung juga tidak berubah secara signifikan. Terlihat masih biasa-biasa saja. ini menyebabkan beberapa UMKM menutup gerainya.

Setiap sore Teman-teman sesama UMKM, mencari cara untuk mendatangkan pengunjung baik dengan bernyanyi dan sebagainya di panggung yang disediakan, dan untuk menghibur diri, mereka membagikan snack dari booth mereka secara gratis untuk yang sudah bersedia menyanyi. suasana akrab dengan sesama tenant pun tercipta disini. Suasana ini jauh berbeda dengan booth yang terletak dekat panggung utama, mereka dihibur oleh para artis, dan secara otomatis barang disana terjual dengan sangat baik.

Hari ke 3, Aku mencari tahu bagaimana kondisi booth yang letaknya strategis, mendekati panggung, bisa mendengar suara para artis ternama ibukota seperti Slank, RAN, Samsons, DJ Pamungkas dan lain-lain, dan dampaknya 70% s.d. 100% produk mereka laris terjual. Aku pergi bareng dengan salah satu pemilik Golden Booth, dan tanpa sengaja aku mendengar seseorang dari kemenkopUKM berkata pada temannya, “kasihan booth ini (booth kuliner), letaknya terlalu jauh. Layout pertama yang kami susun bukan begini, tetapi ini adalah permintaan orang Prancis menyebabkan Lokasi booth ini menjadi jauh dari panggung utama.

Ooh aku jadi tahu sesuatu, ternyata ini penyebab utamanya, karena pihak ITDC harus mendengar orang Perancis itu (kemungkinan yang ia maksud adalah Tim Dorna). aku pun pergi dari Golden Booth yang istimewa itu menunju Food Mandalika Booth untuk membuka gerai.

Sekitar pukul 10.00 wita booth kuliner ini juga masih sepi, hanya beberapa pengunjung yang datang, Tenant disebelahku dari Sidoarjo Jawa Timur mulai menutup gerainya, karena ia berpikir sepertinya booth ini akan sama saja seperti 2 hari yang lalu. Aku sedih melihat Mba Huzaimah, sang tenant ingin pulang, aku mencoba mencegahnya, namun tidak berhasil. Ia pun membagikan semua produknya yang masih belum terjual berupa sambal aneka rasa dan camilan kepada kami sesama tenant. ia tidak mau membawa pulang produknya dengan alasan tidak muat begasi pesawat. jadi produk yang masih banyak itu dibagi-bagi saja secara gratis kepada sesama tenant.

Selain terus berdoa kepada Allah SWT agar hari ini booth kami dikunjungi banyak orang, salah seorang Tenant, berinisiatif mengajak tenant yang lain untuk mengeluarkan barang ke teras booth agar lebih terlihat oleh pengunjung. Lalu ia mengambil Microphone dan bersuara dengan suara yang sedih dan serak, ini cukup mengiris hati bagi siapa saja tenan yang mendengarnya, “Bapak/Ibu Ayo, silakan berkunjung kemari, banyak kuliner baik makanan dan minuman dari berbagai propinsi tersedia di booth ini.

Para tenant yang ada di booth berkomentar, “waduh ini suara serak-serak becek dan sedih banget iramanya. Semoga Allah mendatangkan tamu yang banyak ke booth ini”. Siang hari yang panas mulai terlihat pengunjung yang datang lebih ramai dari sebelumnya, lalu di sore hari diluar dugaan, hujan sangat deras, petir menyambar arena balapan, acara MotoGP harus ditunda sementara, para penonton berlarian mencari tempat berteduh, dan dari semua booth, booth kami yang tertutup adalah booth yang tidak becek, dan teraman untuk berteduh.

Pengunjung booth kuliner tiba-tiba membludak, semua barang dagangan habis, bahkan kekurangan. Sambil menunggu hujan berhenti para pengunjung menikmati lagu melayu “Zapin” yang dinyanyikan oleh Tenan dari Sumatera Barat. Semua pengunjung bertepuk tangan mendengar suara memukaunya.

Alhamdulillah, para tenant Mandalika Food bahagia, semua terjual, semua laris manis. Itu semua karena Allah mendengar doa kami, Allah menurunkan hujan yang deras sebagai rahmat, begitulah salah satu cara Allah membagi-bagikan rezeki kepada hambaNya. Maha besar Allah yang dengan mudahnya membalikkan suatu keadaan.

Aku tersenyum dan bergumam dalam hati “doa kami para tenant telah dikabulkan Allah, dan Para Pawang Hujan tidak berdaya (1-0)”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *