Misi PT. Tekindo Energi Dinilai Gagal, Hardi Anwar; Pemda Halteng Harus Melakukan Audit Investigasi Terhadap PT. Tekindo Energi

TIMURPOST.com, HALTENG – PT. Tekindo energi yang berlokasi di Desa lelilef kecamatan weda tengah, Halamahera tengah, Maluku Utara, adalah PT yang suda memiliki izin usaha pertambangan (IUP) sejak tahun 2012/ SK 540/KEP/239/2012 dengan kode komoditas Mineral Logam dan luas wilaya penambangan yaitu 1.000, 00 Hactar.

PT. Tekindo Energi, adalah perusasan yang bergerak di bidang pertambangan nikel laterit, dengan sistem penambangan yang digunakan ialah sistem tambang terbuka “surface mining.” Kurang lebih 10 tahun PT. Tekindo Energi telah melakukan aktivitas penambangan di wilayah Desa lelilef, Halmahera Tengah (Halteng).

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) PB Formmalut Jabodetaebk, Hardi Anwar kepada Posttimur.com mengatakan perusahan tersebut dinilai kurang produktif, sebab aktifitas penambangan yang dijalankan oleh PT. Tekindo Energi membuat resah para pengemudi motor, mobil maupun pejalan kaki khusunya masyarakat yang berada di lingkar tambang. Apalagi mobil penumpang weda patani dan sebaliknya.

Foto: Hardi Anwar (Ketua Bidang PPD PB FORMMALUT)

“PT. Tekindo Energi tidak rama lingkungna, lebih tepatnya merusak lingkungan di wilayah lingkar tambang. Padahal di lihat dari misi PT Tekindo Energi yaitu “mentransformasikan sumber daya alam menjadi kesehjahteraan bagi karyawan dan masyarakat, pengembangan SDM, tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup, yang mengacu pada keselamatan dan kesetahan kerja,” Kata Hardi, dikonfirmasi oleh Cru Posttimur.com. Selasa, (20/09/2022).

Lanjut Hardi, misi PT. Tekindo Energi ini di anggap gagal sebab misi PT Tekindo tidak dapat diaktualisakan oleh PT tersebut.

“Perusahan yang di nilai tidak ramah lingkungan perlu di pertanyakan, jangan sampai misi ini hanyala formaliats semata, ini seharusnya juga ada kejelasan dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Tekindo Energi. sebab CSR lah yang seharusnya melihat dan mengati daerah lingkar tambang baik lingkungan, sosial, ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan masyarakat di lingkar tambang,” Cetusnya.

Mahasiswa asal Maluku Utara itu juga menilai, CSR PT. Tekindo Energi di anggap tidak melanjutkan tugas dan tanggungnya di daerah lingkar tambang, yang seharusnya bertanggung jawab atas sosial maupun lingkungan sekitar dengan meningkatkan kesahjetaran masyarakat dan menjaga lingkungan setempat.

Hardi pun menguraikan, sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial lingkungan perseroan terbatas (PP 47/2012). dan perturan menteri sosial nomor 9 tahun 2020 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan Badan Usaha, hal ini tidak dijalankan oleh CSR PT. Tekindo Energi sendiri.

“Dengan hal tersebut, kami menilai CSR PT. Tekindo tidak mejalankan tugasnya, sebagai mana yang suda tercatum,” Tegasnya.

“Oleh karna itu kami meminta kepada pemerintah Daerah, baik DPRD maupun lembaga lainya untuk melakukan audit investigasi terhadap PT Tekinda Energi, yang di anggap gagal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyakat lingkar tambang,” Tutup Hardi Anwar.

#tp/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *