Direktur eLKASPED Maluku Utara Dilantik Jadi Kepala P2KM Universitas Khairun

POSTTIMUR.COM, TERNATE- Kiprah akademisi dan pengkaji pembangunan daerah, Nurdin I. Muhammad, SE., M.Si., kini memasuki babak baru. Direktur eLKASPED (Lembaga Kajian Strategi Pembangunan Daerah) Maluku Utara itu resmi dilantik sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P2KM) Universitas Khairun oleh Rektor Unkhair.

Pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan struktural, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran kampus dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat. Nurdin menegaskan, P2KM akan diarahkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan problematika sosial di lapangan.

“Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kita ingin memastikan setiap program benar-benar berdampak dan dirasakan manfaatnya,” tegas Nurdin saat ditemui usai pelantikan.

Menurutnya, tugas utama yang diemban adalah menyelaraskan kepentingan universitas dengan kebutuhan masyarakat. Keberadaan perguruan tinggi, kata dia, harus memberi kontribusi nyata melalui program pemberdayaan yang terukur, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Prosesi Pelantikan yang berlangsung di Aula Nuku Universitas Khairun.

Ia juga membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, hingga komunitas lokal. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat implementasi program pemberdayaan berbasis potensi daerah.

“Kami akan menggandeng stakeholder yang memiliki program dan potensi dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak,” ujarnya.

Dengan latar belakangnya sebagai Direktur eLKASPED yang selama ini aktif mengkaji strategi pembangunan daerah, Nurdin diyakini mampu membawa perspektif kebijakan yang lebih terintegrasi dalam program pengabdian kampus. Harapannya, P2KM Unkhair tidak hanya menjadi pelengkap tridarma perguruan tinggi, tetapi tampil sebagai motor penggerak transformasi sosial di Maluku Utara.

“Universitas harus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menjadi solusi,” pungkasnya penuh optimisme.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *