Mahasiswa Angkat Suara, Krisis Air Bersih di Desa Dege Tak Bisa Diabaikan

POSTTIMUR.COM, TALIABU- Krisis air bersih yang hingga kini masih dialami warga Desa Dege, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, kembali menjadi sorotan. Seorang mahasiswa asal Desa Dege, Marjan Djainahu, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi tersebut yang dinilai belum mendapat penanganan serius dari pemerintah desa, Rabu (25/3/2026).

Menurut Marjan, persoalan air bersih bukan sekadar masalah teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas utama. Ia mengungkapkan bahwa warga kerap menghadapi situasi sulit ketika aliran air tiba-tiba terhenti dalam waktu yang cukup lama.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat harus berupaya ekstra untuk mendapatkan air bersih, bahkan tidak jarang harus menunggu hingga dua sampai tiga hari. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas harian warga.

“Ketika air mati, warga sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mencuci, hingga keperluan sanitasi. Ini bukan hal sepele, melainkan persoalan mendasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat,” ujar Marjan.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan hak dasar setiap warga negara yang seharusnya dijamin oleh pemerintah, termasuk pemerintah desa. Karena itu, ia menilai sudah sepatutnya pemerintah Desa Dege memberikan perhatian lebih serius serta mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.

Marjan juga menyayangkan sikap sebagian pihak yang dinilai masih kurang responsif terhadap keluhan warga. Ia mengingatkan agar pemerintah desa dan seluruh elemen terkait tidak menutup mata terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.

“Pemerintah desa dan pihak terkait harus lebih peka. Jangan sampai persoalan yang sangat vital seperti air bersih ini terus diabaikan. Warga berhak mendapatkan pelayanan yang layak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air yang ada saat ini. Menurutnya, perbaikan infrastruktur serta manajemen pengelolaan air perlu segera dilakukan agar permasalahan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Di sisi lain, warga Desa Dege berharap adanya solusi konkret dari pemerintah desa. Mereka menginginkan perbaikan fasilitas air bersih, peningkatan kualitas layanan, serta kepastian distribusi air yang lebih stabil dan merata.

Krisis air bersih di Desa Dege menjadi pengingat bahwa masih ada persoalan mendasar di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Diharapkan, dengan adanya sorotan dari berbagai pihak, termasuk kalangan mahasiswa, pemerintah desa dapat segera mengambil langkah strategis dan berkelanjutan demi kesejahteraan warganya. Persoalan ini juga dinilai perlu dikawal secara konsisten agar penanganannya benar-benar terealisasi dan tidak berhenti pada wacana semata.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *