Air Mata dan Keadilan yang Terkubur Bersama Jenazah Sang Ayah

POSTTIMUR.COM, HALTENG- Duka belum juga pergi dari rumah keluarga almarhum Ali Daud di Desa Bobane Jaya, Kabupaten Halmahera Tengah. Tangis dan harapan masih menyelimuti keluarga korban yang hingga kini menanti kepastian hukum atas kematian tragis sang ayah, yang ditemukan tak bernyawa di lahan kebunnya dengan dugaan adanya tanda-tanda kekerasan.

Sudah 39 hari berlalu sejak peristiwa itu terjadi, terhitung sejak 2 April hingga 11 Mei 2026. Namun bagi keluarga, waktu yang berjalan belum mampu menghadirkan jawaban. Mereka masih menunggu kejelasan tentang siapa pelaku, apa motif di balik pembunuhan tersebut, dan bagaimana proses hukum akan ditegakkan.

Irham Ali, anak kandung almarhum, menyampaikan harapan besar kepada Kapolda Maluku Utara yang baru, Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., agar kasus yang menimpa ayahnya dapat segera diusut secara serius dan transparan.

Dengan suara bergetar menahan emosi, Irham mengungkapkan bahwa keluarga hanya menginginkan satu hal: keadilan.

“Kami sangat berharap kehadiran Bapak Kapolda yang baru membawa angin segar. Kami ingin keadilan, kami ingin pelakunya ditemukan dan dihukum. Ayah kami meninggal dengan cara yang tidak wajar, jasadnya ditemukan di kebun, dan sampai sekarang kami belum tahu pasti siapa pelakunya dan apa alasannya,” ujarnya.

Kematian Ali Daud meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar. Di tengah proses penyelidikan yang dinilai berjalan lambat dan belum memberikan informasi yang jelas, berbagai spekulasi mulai berkembang di tengah masyarakat. Kondisi itu membuat keluarga korban semakin dihantui rasa cemas dan ketidakpastian.

Keluarga berharap kepemimpinan baru di tubuh Polda Maluku Utara dapat membawa perubahan nyata dalam penanganan perkara tersebut. Mereka meminta agar penyelidikan dilakukan secara cepat, terbuka, dan akuntabel, termasuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, baik pelaku langsung maupun kemungkinan aktor lain di balik kasus tersebut.

“Keadilan jangan sampai dikubur bersama jenazah ayah kami. Kami menunggu langkah nyata dari kepolisian, agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan dan kebenaran bisa terungkap demi ketenangan hati kami semua,” tambah Irham.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak kepolisian terkait perkembangan penyelidikan kasus kematian Ali Daud. Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat Bobane Jaya masih menunggu hadirnya keadilan yang mereka yakini belum benar-benar ditegakkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed