POSTTIMUR.COM, HALTIM – Banjir kembali merendam permukiman warga di Desa Subaim, Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa banjir terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 01.30 WIT dini hari, tepatnya di wilayah RT 05 RW 02 Desa Subaim. Air meluap hingga menggenangi permukiman warga dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 12 rumah warga tergenang hingga air masuk ke dalam rumah. Sementara 10 rumah lainnya ikut terdampak, meski air tidak sampai masuk ke bagian dalam rumah. Selain itu, satu unit mushola juga turut terdampak banjir.
Salah satu warga Desa Subaim, Rahma, mengatakan banjir yang meluap ke permukiman diduga berasal dari Kali Wasile yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Menurut Rahma, banjir seperti ini hampir terjadi setiap tahun ketika musim hujan tiba. Bahkan, banjir terparah pernah terjadi pada tahun 2022 lalu hingga pemerintah daerah bersama dinas terkait dan pemerintah kecamatan turun langsung meninjau lokasi terdampak.
Namun, hingga saat ini warga mengaku belum melihat adanya langkah nyata untuk penanganan banjir yang kerap terjadi tersebut.
“Datang foto-foto dan hanya tanya apa saja yang rusak. Namun sampai sekarang hilang kabar,” ujar Rahma dengan nada kecewa.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa sebelumnya sempat melakukan pengukuran drainase untuk diperbesar agar mampu menampung aliran air saat hujan deras. Akan tetapi, rencana tersebut hingga kini belum juga direalisasikan.
“Kalau banjir ini terjadi siang mungkin masih mendingan. Namun ini terjadinya malam hari, terpaksa kami harus berjaga dan bersih-bersih rumah yang tergenang banjir,” katanya.
Warga RT 05 Desa Subaim berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah serius dengan membangun drainase dan saluran air yang memadai agar banjir tahunan tidak terus menghantui masyarakat setiap musim hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan banjir di Desa Subaim.(*)












