Empat Tim, Empat Portofolio Membaca Risiko di Tengah Ketidakpastian

Opini96 Dilihat

Empat Tim, Empat Portofolio Membaca Risiko di Tengah Ketidakpastian

Hartaty Hadady, Akademisi Manajemen Investasi, Unkhair

Empat tim tersisa. Prancis, Spanyol, Inggris, Argentina.

Dan seperti kebanyakan orang yang sedang menikmati sepak bola, kita mulai menebak-nebak.

Siapa yang akan masuk final? Siapa yang akan menang? Siapa yang paling layak mengangkat trofi?

Saya pun ikut melakukannya. Padahal, beberapa waktu lalu saya bukanlah penonton sepak bola yang rajin. Saya menonton pertandingan sesekali, kadang karena kebetulan televisi sedang menayangkannya, kadang karena orang-orang di sekitar saya sedang ramai membicarakannya. Namun, piala dunia kali ini membuat saya bertahan lebih lama di depan layar. Mungkin karena usia, atau mungkin karena semakin lama menekuni ilmu manajemen dan investasi, saya semakin sering melihat sebuah pertandingan bukan hanya sebagai pertandingan.

Ketika empat tim tersisa, pikiran saya justru membayangkan empat portofolio. Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina. Masing-masing memiliki komposisi pemain. Ada pemain bintang, pemain muda, pemain berpengalaman, penjaga gawang, penyerang, hingga mereka yang menunggu di bangku cadangan. Semuanya disusun untuk satu tujuan yaitu menghasilkan kinerja terbaik. Bukankah portofolio investasi juga demikian?

Seorang investor menyusun aset dengan karakteristik yang berbeda. Ada yang menawarkan potensi keuntungan tinggi dengan risiko yang besar. Ada yang tumbuh perlahan tetapi relatif stabil. Ada pula aset yang dipilih untuk menjaga keseimbangan ketika kondisi pasar berubah. Di atas kertas, kita dapat membandingkannya. Dalam sepak bola, kita melihat kualitas pemain. Membaca perjalanan pertandingan sebelumnya. Menghitung gol. Memperhatikan kekuatan pertahanan. Membicarakan strategi pelatih. Dari semua informasi itu, lahirlah prediksi. Tim ini lebih kuat, tim yang itu lebih berpeluang. Kalau melihat pemainnya, seharusnya mereka menang. Kata seharusnya selalu menarik perhatian saya. Dalam investasi, kata itu juga sering muncul. Kalau laba perusahaan naik, seharusnya harga saham naik. Kalau kinerja keuangannya baik, seharusnya investasinya menguntungkan. Kalau analisisnya sudah benar, seharusnya hasilnya sudah sesuai prediksi.

Namun, pasar sering memiliki ceritanya sendiri. Begitu pula sepak bola. Sebuah tim dapat memiliki pemain terbaik, strategi yang matang, dan catatan pertandingan yang mengesankan. Semua informasi menunjukkan peluang kemenangan yang besar. Lalu pertandingan dimulai, seorang pemain cedera, kartu merah diberikan, satu kesalahan terjadi di depan gawang, cuaca berubah. Strategi lawan ternyata berbeda dari yang diperkirakan. Atau seorang pemain yang hampir tidak diperhitungkan tiba-tiba memainkan pertandingan terbaik dalam hidupnya. Dalam hitungan menit, prediksi yang disusun berdasarkan informasi sebelumnya harus berhadapan dengan kenyataan baru. Disitulah saya kembali teringat pada investasi.

Investor dapat membaca laporan keuangan, profitabilitas dapat dihitung, likuiditas dapat dianalisis, tingkat utang dapat diukur, arus kas dapat diperiksa, bahkan berbagai model digunakan untuk memperkirakan risiko dan hasil di masa depan. Semua itu penting, tetapi perusahaan tidak hidup sendirian. Ada suku bunga yang dapat berubah, nilai tukar yang bergerak, regulasi yang berganti, konflik geopolitik yang muncul, teknologi yang berkembang. Atau bahkan sentimen investor dapat berubah hanya karena sebuah informasi yang beberapa jam sebelumnya belum diketahui pasar. Kita mengenal kondisi internal, tetapi tidak pernah sepenuhnya mengendalikan lingkungan eksternal.

Mungkin karena itulah saya mulai berhati-hati dengan kata pasti dalam investasi. Analisis tidak pernah diciptakan untuk memastikan masa depan. Analisis membantu kita mengambil keputusan yang lebih rasional ketika masa depan belum diketahui. Sama seperti seorang pelatih. Dia menyusun sebelas pemain terbaik bukan karena mengetahui secara pasti hasil pertandingan. Dia menyusun tim berdasarkan informasi, pengalaman, strategi, dan perkiraan terhadap lawan. Setelah peluit dibunyikan, semua perhitungan itu diuji oleh kenyataan.

Investor pun demikian. Kita dapat memilih perusahaan dengan fundamental terbaik. Menyusun portofolio, mengukur risiko, dan membuat berbagai skenario. Tetapi setelah keputusan investasi dilakukan, ada bagian dari masa depan yang tetap berada di luar kendali kita. Inilah yang disebut ketidakpastian. Dan ketidakpastian bukan alasan untuk berhenti menganalisis. Justru karena masa depan tidak pasti, analisis menjadi penting.

Seorang pelatih tidak mengatakan, Karena saya tidak tahu siapa yang akan menang, maka saya tidak perlu menyusun strategi. Investor juga seharusnya tidak mengatakan, karena pasar tidak dapat diprediksi, maka saya membeli saham apa saja. Ketidakpastian tidak menghapus kebutuhan terhadap analisis. Ketidakpastian justru mengingatkan kita tentang keterbatasan analisis.

Dalam beberapa saat ke depan, empat tim ini akan berkurang menjadi dua. Tim Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina akan membawa “portofolio” mereka masing-masing ke lapangan. Kita boleh membaca statistik, membandingkan pemain, mengingat pertandingan sebelumnya. Bahkan memilih tim yang menurut kita paling berpeluang menang. Saya pun memiliki prediksi sendiri, tetapi kali ini saya memilih menyimpannya. Saya ingin melihat bagaimana kenyataan menguji semua informasi yang hari ini tersedia di atas kertas.

Mungkin tim yang dianggap paling kuat akan menang. Mungkin pula sepak bola kembali mengajarkan bahwa risiko selalu memiliki ruang untuk mengubah cerita. Sebab, baik dalam sepak bola maupun investasi, kita dapat menghitung peluang, mengukur risiko, dan membuat prediksi. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi milik masa depan.

Hasil akhir di atas kertas kita dapat memilih portofolio terbaik. Tetapi sepak bola dan investasi tidak pernah dimainkan hanya di atas kertas. Kenyataanlah yang pada akhirnya menguji setiap prediksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *