Lawan Narkoba Lewat Teknologi, Unkhair Luncurkan GASORA di Gamtufkange

POSTTIMUR.COM, TIDORE — Upaya meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital.

Universitas Khairun (Unkhair) melalui Fakultas Teknik, Program Studi Informatika, menghadirkan GASORA (Gerakan Sapu Narkoba), sebuah platform literasi digital yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai bahaya narkoba.

Aplikasi tersebut diluncurkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Gamtufkange, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (12/9/2026).

Peluncuran berlangsung di Balai Kelurahan Gamtufkange mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai. Kegiatan dihadiri pemerintah kelurahan, tim PKM, mahasiswa Program Studi Informatika, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM tidak hanya memperkenalkan GASORA, tetapi juga memberikan demonstrasi mengenai cara mengakses dan menggunakan berbagai fitur yang tersedia di dalam platform.

GASORA yang dapat diakses melalui gasora.web.id dirancang sebagai media edukasi digital untuk membantu masyarakat mengenali bahaya narkotika sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahannya.

Salah satu fitur utama di dalam GASORA adalah SiEND (Sistem Informasi Edukasi Narkoba). Fitur ini menyediakan berbagai materi edukasi, mulai dari pengenalan karakteristik zat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, simulasi pengetahuan, aspek hukum, hingga informasi layanan bantuan.

Melalui Katalog Edukasi, pengguna dapat mencari informasi mengenai narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya berdasarkan nama maupun kategori. Informasi tersebut mencakup kelompok seperti stimulan, depresan, halusinogen, dan opioid.

GASORA juga memiliki fitur Cek Risiko atau Simulasi Interaktif. Melalui fitur ini, pengguna dapat menguji pemahaman mereka dengan menjawab sejumlah pertanyaan pilihan ganda, kemudian memperoleh hasil dan umpan balik sebagai bahan pembelajaran.

Namun, fitur tersebut bersifat edukatif dan bukan merupakan alat diagnosis medis.

Tak hanya soal pengenalan zat, GASORA juga menyediakan informasi mengenai aspek hukum narkotika, termasuk ringkasan regulasi, perlindungan dan rehabilitasi, sanksi pidana, serta penggolongan narkotika.

Sementara melalui Pusat Darurat, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan bantuan, di antaranya Hotline BNN Nasional 184 dan layanan Darurat Medis 119.

Ketua Tim Pelaksana PKM, Hairil Kurniadi Surajuddin, S.Kom., M.Kom., mengatakan pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai bahaya narkoba.

“Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, kami berupaya memanfaatkan teknologi informasi sebagai salah satu media untuk meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Kami menghadirkan Aplikasi GASORA sebagai media informasi digital yang dapat diakses dengan mudah melalui handphone,” ujar Hairil.

Menurutnya, GASORA tidak hanya ditujukan untuk memberikan informasi mengenai narkoba, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu mengenali berbagai risiko penyalahgunaan narkoba sejak dini.

Hairil menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi secara tatap muka. Di tengah tingginya penggunaan telepon genggam, teknologi digital perlu dimanfaatkan sebagai media edukasi yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan fleksibel.

“Informasi yang mudah diakses diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pengetahuan kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Gamtufkange, Hasanuddin Ismail, yang akrab disapa Pak Atta, menyambut baik kehadiran GASORA di tengah masyarakat.

Ia menilai aplikasi tersebut memberikan kemudahan bagi warga untuk memperoleh informasi tentang narkoba tanpa harus selalu menunggu kegiatan sosialisasi secara langsung.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peluncuran aplikasi literasi pencegahan penyalahgunaan narkoba ini. Aplikasi ini dapat membantu warga karena bisa diakses melalui handphone, sehingga masyarakat dapat mengetahui bahaya narkoba, jenis-jenisnya, maupun pelanggaran hukum yang berkaitan dengan narkoba,” kata Hasanuddin.

Pak Atta menambahkan, ancaman penyalahgunaan narkoba dapat menyentuh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja.

Karena itu, menurutnya, pengetahuan menjadi salah satu bekal penting bagi masyarakat agar mampu mengenali risiko dan mencegah diri maupun lingkungan dari pengaruh penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap GASORA tidak hanya berhenti pada momentum peluncuran. Aplikasi tersebut diharapkan terus digunakan masyarakat Gamtufkange sebagai salah satu sumber informasi dan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Dalam pelaksanaan PKM ini, tim Universitas Khairun juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik. Para mahasiswa turut berperan dalam proses pengenalan, pendampingan, serta demonstrasi penggunaan GASORA kepada masyarakat.

Kehadiran GASORA menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi oleh sivitas akademika Universitas Khairun untuk menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.

Dengan menggabungkan edukasi, katalog informasi, simulasi pengetahuan, informasi hukum, serta layanan bantuan dalam satu platform, GASORA diharapkan dapat menjadi salah satu media digital yang membantu masyarakat lebih mengenal, memahami, dan mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top