TIDORE, POSTTIMUR.COM – Di tengah kondisi kekeringan yang masih dirasakan masyarakat, warga Kelurahan Topo, Kota Tidore Kepulauan, akan menggelar Shalat Istisqa atau salat memohon turunnya hujan secara berjamaah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 07.30 WIT hingga selesai, bertempat di Lapangan Bola Kelurahan Topo, RT 001/RW 001.
Shalat Istisqa ini menjadi ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang berdampak terhadap kebutuhan air dan aktivitas kehidupan sehari-hari warga.
Kepala Kelurahan Topo, M. Ade Bahtiar, SKM., MM, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, memperbanyak doa dan istighfar, serta memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan curahan hujan.
“Pelaksanaan Shalat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat Kelurahan Topo untuk hadir dan bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi kekeringan dapat segera berakhir,” ucap Kepala Kelurahan Topo.
Shalat Istisqa akan dipimpin bersama Imam Masjid Al-Awwaliyah Kelurahan Topo, Bapak Azam Azis. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum.
Kegiatan Shalat Istisqa yang diinisiasi di tingkat kelurahan ini juga dapat ditempatkan dalam semangat mendukung visi-misi pembangunan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan saat ini mengusung visi “Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman dan Ramah untuk Semua”, dengan misi di antaranya mensejahterakan masyarakat serta melindungi dan melayani masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pelaksanaan Shalat Istisqa di Topo tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan masyarakat dalam menghadapi persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Upaya menghadapi kekeringan tentu membutuhkan ikhtiar bersama, baik melalui pendekatan sosial, pelayanan pemerintahan, maupun pendekatan spiritual masyarakat.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam rancangan RPJMD 2025–2029 juga menempatkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemenuhan kebutuhan masyarakat sebagai bagian penting dalam arah pembangunan daerah.
Dalam undangan kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengikuti Shalat Istisqa dengan penuh ketundukan, tawadhu, khusyuk, dan merendahkan diri kepada Allah SWT.
Ajakan tersebut merujuk pada hadis mengenai pelaksanaan Shalat Istisqa oleh Rasulullah SAW yang dicantumkan dalam undangan, yakni riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i.
Bagi masyarakat Topo, hujan bukan sekadar fenomena alam. Di tengah kekeringan, air menjadi kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Karena itu, Minggu pagi nanti, lapangan bola Kelurahan Topo akan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan bermunajat.
Ketika air menjadi kebutuhan yang semakin mendesak, warga Topo memilih mengetuk langit melalui doa dan ikhtiar bersama. (*)
