Polisi Buru Pelaku Pencurian Mesin Tempel Nelayan di Haltim

HALTIM, POSTTIMUR.COM – Polres Halmahera Timur mengamankan satu unit mobil Toyota Calya berwarna silver metalik yang diduga digunakan dalam aksi pencurian mesin tempel perahu nelayan di Dusun II Ake Salaka, Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kamis (5/11/2026).
Mobil tersebut ditemukan di area perkebunan warga Desa Pintatu, Kecamatan Wasile Selatan, dalam kondisi ditinggalkan. Kendaraan itu kini diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kasus ini bermula ketika dua orang tidak dikenal diduga mengambil mesin tempel perahu nelayan berkapasitas 15 PK dari lokasi penjemuran ikan teri. Aksi tersebut diketahui saksi sehingga salah satu mesin yang hendak dibawa pelaku tertinggal di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Wasile Selatan melakukan penyelidikan hingga menemukan kendaraan yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.
Kapolres Halmahera Timur AKBP Rona Buha Tua Tambunan menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang diduga terlibat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil tersebut diketahui milik istri seorang anggota Polres Halmahera Utara yang disewakan kepada seseorang berinisial JP.
Kendaraan itu sebelumnya digunakan untuk operasional transportasi lintas dengan rute Tobelo–Sofifi dan Tobelo–Galela.
Menurut keterangan pemilik kendaraan, mobil tersebut dipercayakan kepada JP untuk keperluan transportasi. Namun, dalam perkembangannya, kendaraan itu diduga disalahgunakan untuk mendukung aksi pencurian mesin tempel di wilayah Halmahera Timur.
Polisi menegaskan, hubungan pemilik kendaraan dengan JP sejauh ini sebatas sewa-menyewa. Sementara itu, kemungkinan keterlibatan pihak lain masih didalami penyidik.
Untuk mengungkap kasus tersebut, Polres Halmahera Timur juga berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Halmahera Utara dan Polres Halmahera Barat guna membantu pencarian serta penangkapan para terduga pelaku.
Polisi memastikan penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap identitas dan peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.(Red)

