Festival Piala Kemerdekaan KNPI Tidore Resmi Berakhir, Jadi Panggung Talenta Muda Sepak Bola

POSTTIMUR.COM, TIDORE – Festival Piala Kemerdekaan yang diselenggarakan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan resmi berakhir, Minggu (9/8/2026), di Stadion Marimoi, Tidore. Penutupan dilakukan langsung oleh Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, setelah seluruh rangkaian pertandingan yang berlangsung sejak 5 Agustus 2026 rampung digelar.

Festival tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan dan Maluku Utara. Kompetisi diikuti sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola dengan mempertandingkan empat kelompok usia, yakni U-9, U-10, U-11 dan U-12.

Selama lima hari, para pemain muda tampil kompetitif sekaligus mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan, menguji kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh SSB dan akademi sepak bola yang telah berpartisipasi dan ikut menyukseskan Festival Piala Kemerdekaan ini. Terima kasih juga kepada para pelatih, orang tua, perangkat pertandingan, panitia dan teristimewa Walikota Tidore Kepulauan yang memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung,” ujar Mansyur.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya berbicara tentang kemenangan dan perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman bertanding sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

“Bagi kami, yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman, menikmati proses pertandingan, belajar dari kemenangan maupun kekalahan, dan terus berkembang. Mereka adalah bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan sepak bola Tidore dan Maluku Utara,” katanya.

Palapa hingga IM Merah Raih Gelar Juara

Setelah seluruh pertandingan diselesaikan, masing-masing kelompok usia menghasilkan juara dan peringkat terbaik.

Pada kategori U-9, Palapa berhasil keluar sebagai juara pertama. Santika menempati posisi kedua, FA SR 80 di peringkat ketiga, sedangkan Gamalama Sinar Utara berada di posisi keempat.

Kategori U-10 dimenangkan ASTI sebagai juara pertama. Tunas Mandiri berada di posisi kedua, Indonesia Muda di posisi ketiga, dan IMTF menempati posisi keempat.

Sementara pada kategori U-11, gelar juara pertama diraih IM Putih. Babullah Junior menjadi juara kedua, Buldam Academy di posisi ketiga, dan Mutiara Muda menempati posisi keempat.

Adapun kategori U-12, IM Merah berhasil menjadi juara pertama. Gamalama Sinar Utara berada di posisi kedua, IM Putih di posisi ketiga, dan ASTI Malut menempati posisi keempat.

Mansyur berharap Festival Piala Kemerdekaan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sepak bola usia dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Festival Piala Kemerdekaan ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan, KNPI Kota Tidore Kepulauan akan terus mendorong pembinaan sepak bola usia dini melalui berbagai kegiatan dan festival, sehingga semakin banyak anak-anak mendapatkan ruang untuk bertanding, belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ungkapnya.

Ia menilai keberlanjutan kompetisi usia dini sangat penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat. Kompetisi yang rutin dapat memberikan ruang kepada pemain muda untuk mengembangkan kemampuan teknis sekaligus membentuk mental, disiplin dan karakter.

“Semoga dari kegiatan seperti ini lahir pemain-pemain muda yang memiliki kemampuan, disiplin, karakter dan semangat untuk membawa nama Tidore dan Maluku Utara ke tingkat yang lebih tinggi,” tutup Mansyur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top