Sail Tidore dan Multiplier Effect Pembangunan Ekonomi Maluku Utara

Opini, Pariwisata136 Dilihat

Sail Tidore dan Multiplier Effect Pembangunan Ekonomi Maluku Utara

M Guntur Abd Rachman
Mahasiswa Pascasarjana universitas Trisakti

 

“Kita baru sama-sama saksikan peluncuran Sail Tidore 2022 hari ini bertempat di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (11/10/2022). Sail ini akan terselenggara pada 24-29 November 2022 dengan tema ‘Tidore: Kota Warisan Dunia, Perekat Bangsa-bangsa”

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tema ini memiliki pesan di mana Tidore memiliki sejarah kejayaan rempah-rempah dalam perdagangan nusantara. Selain itu, Tidore merupakan tempat pertemuan dari berbagai bangsa.

‘’industri pariwisata menghadapi tantangan yang besar dalam dua tahun terakhir. Kini, kata dia, Indonesia kembali mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di berbagai titik destinasi pariwisata’’

“Tema dengan pesan kekuatan Tidore sebagai salah satu kota di Maluku Utara yang memiliki latar sejarah kejayaan rempah dan perdagangan nusantara, pertemuan berbagai bangsa serta kental dengan sejarah perjuangan Indonesia,”

Multiplier Effect Sail Tidore

Problem Maluku Utara adalah Problem Pembangunan Infrastruktur, mungkin demikian sering disampaikan oleh pejabat-pejabat daerah dalam berbagai seminar-seminar

Tapi ingat, Problem Maluku Utara bukan hanya pada pembangunan Infrastruktur semata, walaupun demikian infrastruktur juga mendorong pertumbuhan ekonomi,  Tetapi Problem Disparitas Pembangunan Ekonomi yang cukup panjang sampai sekarang ini belum dapat terjawab.

Saya mencoba melihat dan menelaa secara langsung sail tidore dari multiplier effect sosial ekonominya. Demikian halnya dengan harapan adanya multiplier effect dari Sail Tidore ini terhadap pembangunan ekonomi Kota Tidore Khsusnya dan Maluku Utara secara umum mengalami kemajuan.

Sail Tidore merupakan kegiatan Internasional yang mendorong sektor jasa yang potensial dan strategis dalam pengembangan perekonomian nasional dan daerah. Pengembangan pada Sail Tidore ini lewat sektor sektor pariwisata akan berpengaruh terhadap perkembangan sektor-sektor ekonomi lainnya.

Dilihat dari dampak ekonomi mengacu pada perubahan pemasaran, pendapatan, dan kegiatan ekonomi lainnya, yang berasal dari kegiatan wisata. Secara umum Sail Tidore ini bertujuan untuk memperoleh manfaat ekonomi, baik keuntungan untuk industri wisata, pekerjaan bagi komunitas lokal, dan penerimaan bagi daerah obyek wisata. Sail Tidore memiliki pranan penting karena kegiatan ini dapat mendorong pembangunan ekonomi yang pada awalnya hanya merasakan manfaat pembangunan ekonomi yang rendah dibandingkan wilayah lain yang lebih maju.

Sail Tidore berdampak baik terhadap keberlangsungan aktivitas ekonomi Kota Tidore dan Kota Ternate, karena dari aspek fasilitas nginap akan dimudahkan ke Kota Ternate dibanding Kota Tidore Kepulauan. Sehingga pemerintah Kota Ternate dan masyarakat juga merasakan dampak langsung (direct) ekonomi dari Sail Tidore ini.

Dampak langsung ditimbulkan dari pengeluaran wisatawan secara langsung, seperti pengeluaran pada restoran, penginapan, transportasi lokal dan lainnya. Selanjutnya, unit usaha yang menerima dampak langsung tersebut akan membutuhkan input (bahan baku dan tenaga kerja) dari sektor lain, dan hal ini akan menimbulkan dampak tidak langsung (indirect).

Selanjutnya jika pada sektor tersebut mempekerjakan tenaga kerja lokal, pengeluaran dari tenaga kerja lokal akan menimbulkan dampak lanjutan (induced) di lokasi wisata tersebut.

Bagaimana dengan dampak lanjutan (induced). ini yang kemudian pemerintah daerah pikirkan untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi kedepan.

Dampak lanjutan (induced) adalah perubahan dalam kegiatan ekonomi yang dihasilkan dari pengeluaran rumah tangga dari pendapatan yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari wisata. Misalnya saja restoran, penginapan, transportasi lokal yang didukung secara langsung maupun tidak langsung oleh kegiatan Sail Tidore. Apa kesiapan pemerintah ?

Jadi formula untuk menghitung nilai pengganda dari pengeluaran wisatawan, disini saya mencoba melihat dari keynesian multiplier yang dimana lokal pendapatan Keynesian Multiplier dapat dilihat dari nilai yang dihasilkan dari pengeluaran lebih atau pengurangan dari pengeluaran yang digandakan untuk mengetahui penambahan dan pengurangan pendapatan lokal. Bagai saya Keynesian merupakan metode terbaik untuk merefleksikan keseluruhan dampak dari pengeluaran lebih dari wisata.

Selanjutnya Rasio Pendapatan Multiplier dapat juga dilihat dari nilai yang diperoleh dari peningkatan dan penurunan pendapatan langsung dari ekonomi lokal yang digandakan untuk memperoleh hasil peningkatan dan penurunan total pendapatan lokal. Sehingga dalam kegiatan Sail Tidore ini tidak hanya sebatas pada pengeluaran semata lewat anggaran yang telah disiapkan.

Teringat apa yang disampaikan walikota tidore, Ali Ibrahim mengenai Sail Tidore ini lewat beberapa media bahwa “Perayaan ini menjadi salah satu momentum penting dan strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama para pihak dalam rangka pembangunan pariwisata daerah, pemajuan kebudayaan, serta pengembangan sektor industri dan ekonomi kreatif untuk kesejahteraan rakyat,”. sekarang kita bisa lihat dimana dan apa kesiapan pemerintah daerah dalam menyongsong kegiatan Sail Tidore ini sehingga multiplier effect sosial ini berdampak baik bagi daerah dan masyarakat.

Pertanyaannya, apa formula perhitungan multiplier effect yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah provinsi maluku utara dan Kota Tidore sendiri ?

Jenis Multiplier Effect Terhadap Sail Tidore

Kalau dilihat Angka pengganda tak hanya satu saja, ada beberapa jenis angka pengganda lain sesuai dengan jenis analisis dan perhitungannya yaitu: Multiplier Output, apa kesiapan pemerintah dengan teknik analisis untuk mengukur output pendapatan daerah dengan berlangsungnya Sail Tidore Ini. Income Multiplier, bagaimana pemerintah daerah dapat mengukur tambahan pendapatan. Bagaimana pemerintah Daerah mengukur Employment Multiplier, dari total pendapatan.

Lalu bagaimana pemerintah daerah melakukan Government Revenue Multiplier, sumber untuk menghubungkan peningkatan dan pengeluaran dari kegiatan Sail Tidore.

Terpenting adalah Gross Value. Bagi saya pemerintah daerah harus dapat besaran balas jasa pada faktor produksi pada Sail Tidore ini. Dengan begitu, kegiatan Sail Tidore dapat berjalan dengan lancar.

Saya percaya pemerintah mempunyai kemampuan dalam mengakumulasi nilai ekonomi yang berdampak pada pembangunan ekonomi maluku utara kedepan. Sehingga kedepan kita tidak terpolarisasi dalam kesesatan ekonomi. untuk itu keseriusan pemerintah pusat maupun daerah kita dapat melihat dari kegiatan Sail Tidore ini.

Sukses selalu Sail Tidore 24-29 November 2022.

Penulis M Guntur Abd Rachman adalah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Trisakti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *