Pemuda Matantengin Mendesak Kejari Halsel Selidiki Sejumlah Kegiatan Kades Matantengin

Breaking News696 Dilihat

POSTTIMUR.Com, HALSEL- Pemuda Desa Matantengin mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan untuk segera mengusut sejumlah Kegiatan Kepala Desa Matantengin baik penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) termasuk bantuan Mesin Somel dari Kuntu Daud di Desa Matantengin, Kecamatan Makian, Kebupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Senin 14/04/2025

Muhajir M Jidan, selaku Humas Ikatan Pelajar Mahasiswa Matantengin (IPMM) dalam penyampaiannya menyampaikan bahwa “Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di desa matantengin patut di pertanyakan karena sejumlah kegiatan di desa tidak tertuang dalam hasil musyawarah desa alias kegiatan dadakan/tiba saat tiba akal, seperti pembelanjaan lampu jalan yg berwarna warni yang menguras anggaran ratusan juta tapi tidak termasuk dalam program yg tertuang di hasil Musyawarah Desa.

Tambahnya, “begitu juga dengan pos pemuda yang sering melekat pada pos pemberdayaan atau pembinaan pemuda kini tidak lagi di berikan kepada pemuda. Tidak hanya itu pekerjaan saluran air di lokasi pekuburan juga upah kerjanya di bayar pakai sistim potong pajak di tempat, aneh. Mana ada pekerjaan upah kerja di bayar pakai potong pajak dilokasi kerja.”

“Dan yang paling fatal adalah sejumlah perangkat desanya merangkap jabatan seperti salah satu kaur dan ketua BPD pun merangkap jabatan padahal dalam ketentuan Peraturan Mentri Dalam Negeri (PERMENDAGRI) dan Undang Undang desa di larang aparat desanya merangkap.”

“Jadi intinya semua kegiatan di desa matantengin itu banyak yang hanya formalitas saja, tutur para pemuda. tidak hanya itu bantuan pak Kuntu Daud yang juga Caleg DPR Provinsi dari PDIP kala itu sebuah mesin somel untuk tim dan pemuda pun saat ini di tangan kades padahal itu untuk tim dan pemuda yang kelola sehingga bisa menjadikan uang kas pemuda.” Tuturnya

Kami pemuda sangat sengsara sehingga setiap kegiatan olahraga pemuda kami harus kerja kelompok dan bakti baru kami bisa mendapatkan dana, ujar sejumlah pemuda yang enggan namanya disebutkan.

Kami juga meminta pak bupati dan pak wakil bupati segera mengevaluasi pak kades mengingat sangat tertutup dan menjalankan tugasnya bersifat tunggal. Tutupnya.

Reporter: Ikhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *