POSTTIMUR.com, SULA- Hingga pertengahan tahun 2025, program desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023, belum juga rampung. Dugaan ketidakselesaian ini mencakup tiga poin penting yang nilainya cukup fantastis, yakni mencapai total Rp 366.946.000.
Tiga program yang belum terealisasi tersebut antara lain:
- Pengadaan Ambulans Laut sebanyak 4 unit dan mesin 40 PK sebanyak 4 unit senilai Rp 90.000.000
- Pembangunan jalan setapak sepanjang 100 meter senilai Rp 95.548.000
- Pembuatan keramba, pengadaan fiber, dan mesin senilai Rp 181.362.000
Sebelumnya, pada 17 Januari 2024, salah satu media lokal Malutcenter.com pernah memuat pernyataan Kepala Desa Pas Ipa, yang kala itu menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab jika program tersebut tidak rampung.
“Saya siap melaksanakan tanggung jawab selaku Kepala Desa bersama Bendahara. Kami siap diproses jika pekerjaan tersebut tahun 2023 tidak selesai,” tegas Kepala Desa saat itu.

Namun pernyataan tersebut kini menjadi sorotan tajam dari kalangan pemuda dan mahasiswa asal Pas Ipa. Salah satunya datang dari Mursid Puko, mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara yang juga anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia menilai Kepala Desa dan Bendahara telah melakukan pembohongan publik terhadap masyarakat.
“Kalau mau dilihat dari pernyataan Kades, menurut saya itu pembohongan publik. Kenapa saya katakan begitu? Karena dari tahun 2023 sampai sekarang, tidak ada satu pun fiber yang terparkir di pesisir pantai,” ungkap Mursid.
Lebih jauh, Mursid mendesak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula untuk segera mengaudit penggunaan Dana Desa Tahun 2023.
Baca Juga:
Pembangunan Masjid di Desa Pas Ipa Mangkrak, Mahasiswa Desak Audit Anggaran
Menurutnya, ketidakjelasan realisasi program ini sangat merugikan negara, terutama masyarakat Desa Pas Ipa.
“Saya meminta pihak terkait, dalam hal ini Inspektorat dan Kejari Sula, agar mengusut tuntas anggaran tahun 2023. Ini persoalan serius yang menyangkut keuangan negara dan hak masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa asal Pas Ipa untuk bersatu mengawal persoalan ini hingga tuntas.
“Saya harap seluruh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa Pas Ipa di manapun berada untuk sama-sama mengawal dan menyuarakan persoalan ini,” pungkasnya.
Editor: Ikhy










