Wakil Sekretaris Pemuda Pancasila Ajak Masyarakat dan Tokoh Adat Jaga Kamtibmas, Tanggapi Aksi Demonstrasi DOB Sofifi

Berita967 Dilihat

POSTTIMUR.com, SOFIFI – Wakil Sekretaris Pemuda Pancasila Maluku Utara, Salmin I Saleh, mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Seruan ini disampaikannya sebagai respons atas aksi demonstrasi yang terjadi dini hari terkait tuntutan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara.

Dalam keterangannya, Salmin menegaskan bahwa tuntutan masyarakat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus dihormati.

Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang terpancing untuk saling memprovokasi atau melakukan tindakan yang mengganggu stabilitas keamanan.

“Penyampaian aspirasi adalah hak warga negara dalam negara demokrasi, namun harus dilakukan secara tertib dan damai. Saya mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menjaga kerukunan antar sesama masyarakat,” ujar Salmin.

Ia menambahkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat menjadi fondasi penting bagi kelangsungan pembangunan daerah maupun nasional. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat diminta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

“Menjaga Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga kewajiban kita bersama sebagai warga negara. Dengan lingkungan yang aman, pembangunan bisa berjalan lancar, kriminalitas dapat dicegah, dan masyarakat bisa hidup tenang,” jelasnya.

Salmin juga menekankan pentingnya peran tokoh-tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda dalam meredam potensi konflik sosial.

Menurutnya, tokoh-tokoh lokal memiliki pengaruh besar dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman masyarakat.

Sebagai penutup, Salmin mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ketertiban, menyaring informasi yang diterima, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Persatuan dan kesatuan adalah kunci. Mari kita rawat kedamaian demi masa depan Maluku Utara yang lebih baik,” tutupnya.

Editor: Risky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *