‎Usai Pelatihan di Jakarta, Fasilitator TEKAD Malut Perkuat Komitmen Pemberdayaan Desa

Workshop Pembangunan Komitmen dan Awareness Pelaksanaan Program TEKAD Provinsi Maluku Utara di Royal Resto, Ternate. (Istimewa)

POSTTIMUR.COM, Ternate_ Setelah mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI di Hotel Mercure Ancol, Jakarta pada 23–27 September 2025, para fasilitator Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Maluku Utara langsung menindaklanjuti dengan menggelar Workshop Pembangunan Komitmen dan Awareness Pelaksanaan Program TEKAD Provinsi Maluku Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Royal Resto, Ternate, pada Jumat (3/10/2025).

‎Dalam kesempatan itu, Anton, Fasilitator Kabupaten (Faskab) Kelembagaan Kabupaten Halmahera Barat, menegaskan komitmen para fasilitator untuk segera kembali ke daerah masing-masing guna mengimplementasikan ilmu dan strategi yang diperoleh selama pelatihan. Langkah ini, kata Anton, menjadi bagian dari upaya mendukung target pengentasan kemiskinan ekstrem di Maluku Utara tahun 2026.

‎“Kami akan bergerak cepat berkoordinasi dengan pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan kelompok tani. Tujuannya agar masyarakat segera merencanakan pemberdayaan berbasis potensi desanya masing-masing,” ujar Anton.

‎Anton juga menyampaikan pentingnya merancang Rencana Kerja Inovatif untuk Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal, yang mencakup sektor kerajinan, peternakan, perikanan, dan pertanian terpadu. Ia menekankan bahwa setiap langkah pemberdayaan harus berbasis pada data akurat dari masing-masing wilayah.

‎Menurutnya, sinergi antara fasilitator, kader desa, pemerintah desa, dan tenaga pelatih terampil menjadi kunci untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan. Dukungan lintas sektor dari instansi teknis juga sangat dibutuhkan agar program TEKAD berdampak nyata.

‎“Fasilitator harus memastikan dinas pertanian, peternakan, dan perikanan memberi perhatian khusus, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Anton yang juga dikenal sebagai pemerhati sosial.

‎Workshop tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, akademisi, petani, serta pemuda dari berbagai kabupaten di Maluku Utara, dan sebelumnya kegiatan pelatihan resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT RI.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *