Jalan Trans Kie Raha, Era Baru Kebangkitan Ekonomi Malut Yang Sustainable

POSTTIMUR.COM, HALTIM_ Rencana pembangunan infrastruktur jalan Trans Kie Raha oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara, merupakan langkah strategis untuk membuka akses yang cepat dalam menjangkau berbagai Daerah di daratan Halmahera dan Maluku Utara.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, berupaya memberikan yang terbaik kepada Masyarakat, sebagaiamana jarak tempuh Halmahera Timur ke Kota Sofifi, yang saat ini dibilang cukup jauh, akan lebih cepat dan dekat ketika Jalan Trans Kie Raha dibangun.

Menurut, Kordinator Umum Garda Merah Putih (GMP) Halmahera Timur, Moh. Adim Rajak, S.Sos., M.I. Kom. Masyarakat pada umumnya, tentu mengharapakan pembangunan jalan, jembatan maupun infrastruktur dasar lainnya, jalan sebagai akses mempercepat perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku-pelaku usaha di daerah.

Dengan terobosan Pemerintah untuk membuka akses jalan Trans Kie Raha, yang menghubungkan Sofifi-Ekor dan Buli-Kobe, sudah tentu memperkuat konektivitas serta memperlancar mobilisasi ekonomi di seluruh wilayah di Maluku Utara. Infrastruktur ini akan menjadi pemicu utama konsolidasi ekonomi yang lebih cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Penguatan konektivitas dan pemerataan ekonomi Jalan Trans Kie Raha akan menjadi poros baru perkembangan kemajuan berbagai sektor seperti pariwisata, pertanian, perikanan, dan sentra industri lainnya. Siklus ekonomi ini menjadi dasar pembangunan di seluruh wilayah Maluku Utara,” kata Adim. Selasa (2/12/2025).

Kehadiran Jalan Trans Kie Raha menjadi momentum baik memperkuat konsolidasi ekonomi Maluku Utara agar lebih produktif dan terhubung secara berkelanjutan. Sofifi harus berkembang menjadi episentrum pergerakan ekonomi serta simpul pertukaran komoditas antar daerah. Karena kurang lebih selama hampir 26 Tahun, Maluku Utara masih menghadapi persoalan keterisolasian ekonomi, oleh karena itu, Jalan Trans Kie Raha merupakan solusi mendasar yang harus dituntaskan.

Dengan sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor pertambangan, pertanian, perikanan, maupun pariwisata. Kehadiran pembangunan hilirisasi dan industrialisasi oleh pemerintah pusat semakin menegaskan posisi Maluku Utara sebagai kawasan strategis secara geopolitik, baik nasional maupun global. Potensi ini dapat menjadikan Maluku Utara sebagai kekuatan cadangan ekonomi nasional, mengulang sejarah kejayaan Moloku Kie Raha ketika wilayah ini pernah menjadi incaran bangsa-bangsa Eropa karena kekayaan alamnya.

Mendesak Penyelesaian Jalan Trans Kie Raha Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, pembangunan infrastruktur harus memastikan kemudahan transaksi, konektivitas, dan konsolidasi ekonomi. Jalan merupakan kebutuhan mendasar yang menggerakkan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pembangunan ini juga merupakan upaya pemerintah melihat dan menutup kesenjangan yang selama ini terjadi. Infrastruktur jalan akan memperkuat aspek-aspek ekonomi secara otomatis dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kami kembali menegaskan dukungan terhadap seluruh konsep pembangunan yang berpihak kepada rakyat Maluku Utara, termasuk pembangunan Jalan Trans Kie Raha. Masyarakat Maluku Utara berhak menikmati hasil sumber daya alam yang tersimpan di tanah mereka. Percepatan pembangunan hanya akan berhasil jika masyarakat sadar akan perubahan zaman dan mendukung proses transformasi ini.

“Karena itu, Gubernur Malut segera menuntaskan pembangunan Jalan Trans Kie Raha. Dengan berfungsinya jalur tersebut, Maluku Utara akan memiliki spektrum pembangunan yang berkelanjutan, profesional, dan berkembang pesat di berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ungkapnya.(*)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *