POSTTIMUR.COM, MABA — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur, Bahmid Djafar, angkat bicara terkait dugaan kelalaian Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Wasileo yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Korban diketahui bernama Marjalis (47), seorang pedagang asal Sumatera, yang meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melintasi sungai di jalur Trans Patlean, tepatnya di ruas SP2 menuju SP1, Selasa (3/2/2026).
Menanggapi peristiwa tersebut, Bahmid mengungkapkan bahwa masyarakat setempat telah mendesak pihak PLN Ranting Wasileo untuk bertanggung jawab atas insiden yang merenggut nyawa tersebut. DPRD Halmahera Timur, kata dia, juga akan segera mengambil langkah kelembagaan dengan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak PLN.
“Dalam waktu dekat kami akan mengundang PLN Ranting Wasileo untuk duduk bersama membahas kejadian ini, termasuk adanya korban jiwa. Ini persoalan serius yang harus segera ditangani,” ujar Bahmid, Rabu (4/2/2026).
Sekretaris Komisi II DPRD Haltim itu menegaskan, PLN tidak boleh menganggap sepele peristiwa tersebut. Ia mendesak perusahaan listrik negara itu segera melakukan langkah penanganan konkret guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Untuk penanganan jangka pendek, Bahmid meminta PLN segera mengalihkan jalur listrik dari SP2 ke arah SP1, khususnya di sekitar kali SP1 yang dinilai berbahaya. Selain itu, kabel listrik yang saat ini terendam air sungai harus segera diperbaiki demi keselamatan warga.
“Langkah ini penting untuk menghindari kejadian serupa di kemudian hari. Kali SP1 tidak memungkinkan dibangun jembatan, berbeda dengan kali Pumlanga yang sudah memiliki jembatan,” jelasnya.
Sementara itu, dalam jangka panjang, DPRD Haltim mendorong adanya perubahan permanen jalur listrik. Bahmid menyarankan agar jalur kabel listrik dialihkan dari kali Nek-Nek menuju jalan Mating SP1 yang dinilai lebih aman dan minim risiko bagi masyarakat.
Ia memperingatkan, apabila PLN tetap mempertahankan jalur listrik seperti kondisi saat ini, maka potensi kecelakaan serupa akan terus berulang, terlebih dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan sering menyebabkan debit air sungai meningkat.
“Jika jalur listrik tetap dipaksakan seperti sekarang, risikonya akan terus ada. Untuk jangka panjang, jalur kabel listrik harus dialihkan dari kali Nek-Nek ke arah jalan Mating SP1 karena jauh lebih aman,” pungkasnya.(Red)










