Terminal Pasar Bastiong Kian Semrawut, Jukir Liar Resahkan Warga

POSTTIMUR.COM, TERNATE- Kondisi Terminal Pasar Bastiong, Kota Ternate, semakin memprihatinkan. Bukan hanya persoalan kemacetan, keberadaan juru parkir (jukir) liar di kawasan tersebut kini memicu keresahan warga. Praktik pungutan tak resmi itu dinilai membebani masyarakat yang hendak berbelanja di pasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekelompok oknum warga yang mengatasnamakan “Bastiong Bersatu” diduga memanfaatkan area terminal sebagai ladang penghasilan pribadi. Padahal, secara regulasi, kawasan tersebut berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan Kota Ternate yang telah menempatkan petugas resmi di lokasi.

Kondisi ini memunculkan praktik “bayar ganda” bagi pengunjung pasar. Warga mengaku harus membayar karcis resmi saat memasuki area pasar, kemudian kembali dimintai uang parkir oleh oknum jukir liar.

Salah satu warga, Novita Harun (35), mengeluhkan kondisi tersebut. Ia mengaku harus mengeluarkan uang dua kali setiap kali berbelanja.

“Ini sudah tidak beres. Kita harus bayar dua kali tiap mau belanja. Padahal seharusnya di lingkungan pasar tidak ada lagi biaya tambahan seperti parkir itu. Ini jelas tindakan ilegal,” ujarnya saat ditemui usai berbelanja, Sabtu (22/2/2026).

Menurutnya, keberadaan petugas Dishub di lokasi seolah tidak berdaya membendung aktivitas kelompok tersebut. Ia berharap Pemerintah Kota Ternate segera mengambil langkah tegas agar praktik pungutan liar (pungli) tidak terus berlangsung.

“Mereka harus ditertibkan. Jangan dibiarkan merasa punya wilayah sendiri, padahal ini fasilitas publik yang sudah ada petugas resminya,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Kota Ternate belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penertiban yang akan diambil untuk merespons keresahan warga yang berbelanja di Pasar Bastiong. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *