Perdana di Maluku Utara, Monolog Sejarah Tembus Layar Bioskop XXI Jatiland Mall Ternate

POSTTIMUR.COM, TERNATE- Produksi Munara Corporate menghadirkan terobosan baru dalam menghidupkan sejarah lokal melalui pertunjukan monolog bertajuk “Jejak Perjuangan dari Moloku Kie Raha” yang akan digelar di Bioskop XXI Jatiland Mall Ternate pada Sabtu, 25 April 2026.

Pementasan ini mengangkat kisah tokoh-tokoh besar Maluku Utara yang memiliki peran penting dalam perjuangan melawan penjajahan. Sejumlah figur bersejarah akan tampil dalam bentuk monolog, di antaranya Sultan Nuku yang diperankan Asrul NL, Sultan Baabullah oleh Aziz Hasyim, Salahuddin bin Talabuddin oleh Syahrir Ibnu, serta Sultan Zainal Abidin yang dimainkan Amal Hasannuddin.

Naskah pertunjukan ini ditulis oleh Herman Oesman, Irfan Ahmad, Asgar Saleh, dan Syaiful B. Ruray, dengan penyutradaraan oleh Amar Ome. Ia menjelaskan bahwa pementasan ini bertujuan memperkenalkan kembali jejak perjuangan para pahlawan daerah melalui medium yang lebih hidup dan emosional.

“Biasanya masyarakat membaca sejarah lewat buku, tetapi melalui pertunjukan monolog ini penyampaiannya terasa lebih hidup,” ujar Amar dalam sesi jumpa pers di Kantor RRI Ternate, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, proses produksi bukan tanpa tantangan. Penyesuaian jadwal para pemeran yang memiliki kesibukan masing-masing menjadi kendala utama. Namun, hal tersebut justru memperkuat komitmen tim dalam menghadirkan karya yang berbeda dan bermakna bagi masyarakat.

Lebih jauh, Amar menyebut pementasan ini sebagai yang pertama di Maluku Utara yang menggabungkan konsep monolog sejarah dengan ruang pemutaran film di bioskop. Inovasi ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman baru dalam menikmati sejarah.

“Kami ingin sejarah tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan lewat pertunjukan panggung yang nyata,” tegasnya.

Selain sebagai tontonan, pertunjukan ini juga menjadi ruang edukasi yang membangun kesadaran kolektif akan nilai-nilai perjuangan para pahlawan lokal. Dengan memadukan hiburan modern dan narasi sejarah, panitia optimistis acara ini akan menarik minat generasi muda.

Tiket pertunjukan dibanderol seharga Rp200 ribu per orang, termasuk merchandise eksklusif. Kapasitas penonton dibatasi hanya 200 kursi, menjadikan pertunjukan ini sebagai pengalaman yang intim dan eksklusif bagi para penikmat seni dan sejarah di Maluku Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *