POSTTIMUR.COM, TALIABU- Komitmen menjaga kelestarian lingkungan kembali ditegaskan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Maluku Utara, Hasby Yusuf. Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Hasby menyalurkan 30 bibit pohon ketapang kencana (Terminalia mantaly) kepada Pemerintah Daerah Pulau Taliabu.
Kegiatan ini tidak sekadar simbolis, tetapi menjadi bagian dari dukungan terhadap program penghijauan Kota Bobong yang digagas Bupati Sashabila Widya L. Mus, sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-13 Kabupaten Pulau Taliabu yang diperingati setiap 22 April.
Dalam kesempatan tersebut, Hasby Yusuf menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa peran politik tidak hanya berkutat pada kekuasaan, tetapi juga memikul tanggung jawab moral terhadap keberlanjutan bumi.
“Sebagai senator, saya memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga bumi. Politik bukan sekadar kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab lingkungan untuk masa depan,” ujarnya.
Hasby juga memperkenalkan gagasan “Green Democracy” atau Demokrasi Hijau yang diusung dalam periode DPD RI saat ini. Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan demokrasi dan kelestarian ekologi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti jika diiringi dengan kerusakan lingkungan. Ia menilai, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana komitmen politik dalam menjaga alam.
“Green Democracy diharapkan menjadi peta jalan baru demokrasi Indonesia menuju negara kesejahteraan yang Pro Growth, Pro Youth, Pro Poor, dan Pro Ecology,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sashabila Widya L. Mus menyambut baik bantuan tersebut dan menilai penanaman pohon ini sebagai langkah awal dari gerakan penghijauan yang lebih luas di wilayah perkotaan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Hasby Yusuf atas kontribusinya dalam mendukung program lingkungan di daerah.
“Momentum Hari Bumi harus diiringi dengan komitmen nyata menjaga kelestarian lingkungan agar tetap selaras dengan keseimbangan ekosistem,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sashabila menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat dalam memastikan keberlanjutan program penghijauan.
“Semoga gerakan ini memberi dampak jangka panjang bagi kualitas lingkungan di Bumi Hemungsia Sia Dufu. Ini akan menjadi warisan berharga bagi generasi Taliabu di masa mendatang,” tutupnya. (*)
















