POSTTIMUR.COM, TIDORE- Universitas Khairun melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kaiyasa, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan.
Kegiatan yang mengusung tema “Penyuluhan Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa di Desa Kaiyasa Kecamatan Oba Utara” ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pengabdian tersebut dipimpin oleh dua dosen FEB Unkhair, yakni Musdar Muhammad dan Daud Hasim.
Pemilihan Desa Kaiyasa sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selama ini, masyarakat setempat yang mayoritas petani kelapa hanya memanfaatkan isi buah kelapa untuk dijadikan kopra asap. Sementara produk turunan lainnya seperti batok kelapa dan serbuk kelapa masih dianggap limbah dan belum memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, para dosen memberikan edukasi sekaligus pelatihan kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan limbah kelapa, khususnya batok kelapa, menjadi arang bernilai jual. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat agar produk turunan kelapa yang selama ini terbuang dapat dimanfaatkan menjadi sumber ekonomi baru,” ujar tim pengabdian dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 15 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka merupakan warga dan petani kelapa di Desa Kaiyasa yang memiliki hasil produksi kelapa cukup besar. Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung, terutama saat sesi praktik pemanfaatan batok kelapa menjadi arang.
Kegiatan pengabdian berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. Para peserta berharap program seperti ini tidak berhenti pada tahap penyuluhan semata, tetapi terus berlanjut melalui pendampingan dan pelatihan lanjutan guna memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Dengan adanya kegiatan ini, FEB Unkhair berharap masyarakat Desa Kaiyasa mampu melihat potensi besar dari limbah kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain mengurangi limbah, pemanfaatan produk turunan kelapa juga diyakini dapat menjadi peluang usaha baru yang menopang ekonomi warga di masa mendatang. (*)
















