Oleh: Ibnu Furqan
فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ
“Apabila engkau telah selesai (dengan suatu kebajikan), teruslah bekerja keras (untuk kebajikan yang lain”. (Qs. Asy-Syarh: 7)
Waktu: Satu-satunya Aset yang Tidak Bisa Diperbaharui
Seseorang yang memiliki kekayaan, bahkan ketenaran, namun jika dia tidak memanfaatkan waktu dengan baik, maka tunggulah kegagalan. “Amazon” sebuah perusahaan ternama di Washington yang pendirinya adalah Jeff Bezos, pernah berkata bahwa sumber daya yang paling diprioritaskan olehnya bukan harta bukan pula karyawan, tapi waktu.
Jika dibandingkan, maka semua manusia sama, hanya diberi jatah waktu per hari 24 jam, semua manusia juga memiliki peluang yang sama dalam memanfaatkan waktu menjadi lebih produktif.
Yang membuat saya dan anda atau kita semua berbeda antar satu sama lain, bukanlah kecerdasan maupun keberuntungan, tetapi bagaimana cara kita mempergunakan waktu yang 24 jam itu. Jika kaya adalah tentatif, maka disuatu waktu kita dapat memperbaikinya, begitupun kesuksesan, namun waktu, adalah satu-satunya aset yang tidak dapat diperbarui.
“Seorang yang berakal tidak sepatutnya membuang-buang waktunya selain untuk memperbaiki bekal akhiratnya, menambah ilmunya, atau melakukan kebaikan yang bermanfaat.” Sufyan Ats-Tsauri.
Matrix Eisenhower: Senjata Rahasia Para Pemimpin Dunia
Dwight D. Eisenhower, Presiden Amerika Serikat ke-34, merupakan sosok paling berpengaruh dalam manajemen waktu, Dwight punya empat kuadran yang ia namakan Eisenhower Matrix. Begini pembagiannya:
Kuadran 1: Penting & Mendesak. Jika yang kita kerjakan itu penting dan juga mendesak maka kerjakan sekarang.
Kuadran 2: Penting & Tidak Mendesak. Jika yang kita kerjakan itu penting tapi tidak mendesak, cobalah untuk membuat jadwal, misalnya belajar, olahraga atau perencanaan yang lain. Dengan jadwal maka kita sudah mendapatkan setengah dari kesuksesan.
Kuadran 3: Tidak Penting & Mendesak. Jika yang kita kerjakan tidak begitu penting namun mendesak, maka dapat didelegasikan apa yang akan dilakukan, misalnya dengan menugaskan orang lain, atau dapat memberitahukan informasi yang bisa diterima sebagai sesuatu yang penting dengan menggerakkan suatu kerja terstruktur.
Kuadran 4: Tidak Penting & Tidak Mendesak: jika ternyata yang kita lakukan tidak penting dan tidak mendesak, maka eliminasi, ini pilihan yang baik, agar waktu kita berkualitas, maka buatlah sesuatu yang dapat mendatangkan manfaat.
Orang-orang sukses di dunia, pada umumnya berada pada kuadran kedua, sedangkan orang yang merasa dirinya sibuk namun tidak pernah maju, selalu terjebak dengan kuadran kesatu dan ketiga.
Teknik Pomodoro: Fokus Seperti Laser
Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an, dengan menggunakan timer dapur berbentuk tomat (pomodoro dalam bahasa Italia). Teknik ini sangat ampuh dalam meningkatkan kualitas belajar, fokus kerja, dan hal produktif lainnya. Caranya cukup sederhana namun hasilnya dahsyat.
Sederhananya anda hanya perlu 25 menit untuk fokus, kemudian istirahat di 5 menit setelahnya dengan gerakan kecil, seperti meregangkan otot atau hal lain yang membuatmu enjoy. Setelah 4 sesi dilakukan dengan cara tersebut sekitar 2 jam, anda barulah bisa mengambil istirahat panjang 20-30 menit.
Teknik ini bekerja karena sesuai dengan ritme ultradian otak manusia. Dalam fisiologi, otak manusia tidak mampu mempertahankan fokus selama berjam-jam. Penelitian modern menunjukan bahwa manusia cenderung mengalami siklus aktifitas mental sekitar 90-120 menit. Maka dengan teknik Pomodoro, Anda akan melatih otak untuk masuk lebih dalam dan cepat ke ‘mode fokus’.
Mari Kita Mulai:
- Catat semua aktifitas Anda setiap 30 menit selama 3 hari
- Kelompokkan ke dalam 4 kuadran Eisenhower.
- Identifikasi ‘pencuri waktu’ terbesar Anda (seperti malas dan menunda waktu).
- Blok 2 jam setiap hari untuk Kuadran 2, masukkan ke kalender untuk control jadwal anda.
- Gunakan teknik Pomodoro untuk tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi dalam
Anda dapat membuat latihan harian untuk memaksimalkan aktfitas anda dengan melakukan perencanaan di malam hari untuk semua aktifitas yang akan dilakukan besok, tentu dengan perhatikan skala prioritasnya.
Latihan Harian:
- Sebelum tidur, tulis 3 prioritas utama untuk esok hari.
- Perkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap prioritas.
- Blok waktu di kalender Anda untuk masing-masing prioritas.
- Siapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar esok hari bisa dimulai tanpa hambatan.
Selamat Mencoba!










