POSTTIMUR.COM, HALBAR- Tingkat Pascasarjana Universitas Khairun (Unkhair) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026. Bertempat di Desa Toniku, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (4/7/2026), tim pengabdi menghadirkan pelatihan pemanfaatan limbah ikan menjadi produk olahan bernilai tambah sebagai upaya mengurangi limbah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim PKM Pascasarjana Unkhair, Dr. Chairullah Amin, SE., M.Si., didampingi Dr. Abdul Chalid Ahmad, SE., M.Si., Irawan Abae, SE., ME., dan M. Nur Gamtohe, SE., ME., ini diikuti oleh Kepala Desa Toniku beserta jajaran pemerintah desa, pengurus BUMDes, Koperasi Desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.

Dalam pemaparannya, Dr. Chairullah Amin menjelaskan bahwa Desa Toniku memiliki potensi perikanan yang melimpah. Namun, sisa hasil tangkapan dan limbah pengolahan ikan masih banyak yang terbuang sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Melalui teknologi sederhana, limbah tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti tepung ikan untuk pakan ternak, pupuk organik cair, hingga minyak ikan (fish oil).
“Potensi perikanan di Desa Toniku sangat besar. Tantangan kita adalah bagaimana menerapkan konsep zero waste, sehingga limbah tidak lagi menjadi masalah lingkungan, tetapi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Inilah konsep ekonomi sirkular yang ingin kita dorong melalui kegiatan PKM ini,” ujar Dr. Chairullah.
Menurutnya, pengelolaan limbah perikanan tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan pesisir, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat memperkuat ekonomi rumah tangga dan meningkatkan daya saing UMKM desa.
Selain memberikan pelatihan teknis, tim PKM Pascasarjana Unkhair juga menekankan pentingnya peran kelembagaan desa. Koperasi Desa dan BUMDes diharapkan mampu menjadi penghubung dalam proses pengumpulan bahan baku, pengemasan produk, hingga pemasaran agar hasil olahan limbah ikan memiliki akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Pelaku UMKM bersama perangkat desa aktif berdiskusi mengenai ketersediaan bahan baku, kebutuhan peralatan sederhana, hingga strategi pengembangan usaha berbasis limbah perikanan yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga.
Sebagai tindak lanjut, Tim PKM Pascasarjana Unkhair berkomitmen menyusun modul praktis pengolahan limbah ikan yang dapat dijadikan panduan bagi masyarakat Desa Toniku. Modul tersebut diharapkan menjadi acuan dalam mengembangkan usaha berbasis ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana Universitas Khairun kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi desa-desa pesisir di Maluku Utara. (*)










