Malut United: Harapan Yang Hampa

Breaking News124 Dilihat

Malut United: Harapan Yang Hamp

Oleh :

Rizal I. Muhammad, SE

Jubir The Salawaku

 

Publik Maluku Utara dikejutkan dengan kabar yang tidak mengenakkan dalam pendengaran kita semua tentunya tak lain dan tak bukan adalah rencana kepindahan Malut United FC klub kasta tertinggi Liga I Indonesia. Wacana kepindahan ini kemudian menjadi bahan wacana konsumsi publik nasional khususnya pecinta sepak bola Maluku Utara terlebih para kelompok supporter fanatik Malut United seolah tak meyakini kabar ‘’buruk’’ tersebut. Sejenak kita semua merefleksikan kembali perjalanan klub dan semangat publik sepak bola Maluku Utara dalam menjaga marwah dan identitas orang Maluku Utara lewat sepak bola, terlepas dari berbagai macam dinamika sosial kontemporer.

Malut United yang kita ketahui secara bersama saat di akuisi dari Putra Delta Sidoarjo ke Malut United FC lalu kemudian berlaga pada musim kompetisi Liga II 2023-2024 menegaskan eksistensinya layaknya sebuah klub profesional, berbekal kekuatan finansial yang mumpuni klub ini kemudian menjelma menjadi klub yang disegani oleh para rival nya ditopang dengan dukungan penuh warga Maluku Utara secara kolektif Malut United promosi ke kasta tertinggi sepak bola Nasional.

Seiring dangan bergulirnya waktu tuntutan akan kebangkitan sepak bola Maluku Utara segera dimulai melalui Malut United FC menggantikan peran Persiter Ternate yang jadi kebanggan bersama, olehnya itu menajemen Malut United berupaya dan bekerja keras dalam membangun sebuah harapan yang memicu semangat anak-anak muda Maluku Utara untuk mengembangkan serta mengelola potensinya, tidak bisa dipungkiri secara bersama orang-orang Maluku Utara dari Tanjung Sopi sampai ke Lifmatola membicarakan keberadaan Laskar Kie Raha (Julukan Malut United) terkait dengan rencana besar klub dan realisassinya.

Falsafah hidup orang Maluku Utara selain Agama dan lain nya termasuk sepak bola juga merupakan pegangan yang tidak bisa dilepas pisahkan dalam kehidupan orang Maluku Utara, maka lewat sepak bola menajemen Malut United kembali menghadirkan identitas Maluku Utara dengan semangat pendekatan kearifan lokal slogan Toma digaungkan untuk menghidupkan kembali ekosistem sepak bola Maluku Utara dengan memperbaiki infrastruktur stadion, membangun lapangan training center, sampai pada setingkat kerja sama dengan klub raksasa Portugal, SL Benfica guna mendorong potensi sepak bola usia dini. Kolaborasi yang patut dilakukan layaknya klub profesional Indonesia. Namun semua harapan yang sudah direncanakan secara matang seketika sirna diterpa kabar buruk atas issu kepindahan klub yang bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha Ternate. Terlepas dari pergolakan dinamika yang berkembang entah apa penyebab nya, publik Maluku Utara masih bertanya-tanya dikarenakan sampai sejauh ini belum ada pernyataan sikap resmi dari menajemen Malut United.

Publik Maluku Utara secara kolektif sangat menyanyangkan hal ini jikalau benar Malut United sampai pindah secara otomatis sangat mengecewakan perasaan warga Maluku Utara akan sebuah ekspektasi tinggi ataupun harapan besar yang terpatri dalam benak pecinta sepak bola Maluku Utara yang sudah terlanjur cinta pada Laskar Kie Raha (Malut United FC), sehingga pada kesempatan tulisan yang ringan ini penulis berharap ada secercah harapan untuk eksistensi sepak bola Maluku Utara di belantika sepak bola nasional.

Wallahualam Bisshawab

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *