POSTTIMUR.COM, TERNATE– Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang digelar di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate, Sabtu (18/7/2026).
Mengusung tema “Model Pemberdayaan Ekonomi Desa Kepulauan: Sinergi Koperasi Merah Putih di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate”, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk merumuskan strategi pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah kepulauan.

PKM dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Abdul Chalid Ahmad, S.E., M.Si., didampingi Irawan Abae, S.E., M.E. dan M. Nur Gamtohe, S.E., M.E. Kegiatan turut dihadiri Camat Moti, Pemerintah Kelurahan Tafaga, imam kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kepala Kelurahan Tafaga, Ade Samsudin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PKM tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki Pulau Moti.
“Kelurahan Tafaga memiliki potensi besar, terutama pada sektor pertanian dan perikanan. Potensi ini membutuhkan dukungan, pendampingan, dan sinergi berbagai pihak agar mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Abdul Chalid Ahmad menegaskan bahwa kegiatan PKM merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Khairun, sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan diskusi bersama masyarakat mengenai model pemberdayaan ekonomi desa kepulauan.
Ia menjelaskan, Pulau Moti memiliki sumber daya yang melimpah, mulai dari sektor perikanan, pertanian, hingga potensi ekonomi lokal lainnya yang perlu dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif.
“Kami tidak hanya datang untuk memberikan materi, tetapi juga ingin mendengar aspirasi masyarakat, berdiskusi, dan bersama-sama merumuskan model pemberdayaan ekonomi yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan seperti Moti. Sinergi Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Isra Muin dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Maluku Utara yang juga merupakan putra daerah Moti, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya membangkitkan kembali potensi ekonomi dan peradaban Moti melalui penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Ia menilai kehadiran Koperasi Merah Putih dapat menjadi instrumen strategis dalam menstabilkan perekonomian desa sekaligus memperkuat rantai produksi dan pemasaran hasil pertanian maupun perikanan.
Selain itu, Muhammad Isra menekankan bahwa pengembangan potensi lokal harus selaras dengan program prioritas pemerintah, seperti Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan sektor pertanian, perikanan, serta pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pascasarjana FEB Universitas Khairun berharap lahir rekomendasi dan model pemberdayaan ekonomi desa kepulauan yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan demikian, potensi unggulan Pulau Moti dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)















