POSTTIMUR.COM, TERNATE– Pemerhati hukum Muis Ade mengkritik pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, yang menekankan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan percepatan perbaikan fasilitas kesehatan dalam program Rabu Menyapa. Menurutnya, komitmen tersebut harus dibuktikan melalui langkah nyata, terutama dalam memperkuat sistem pelayanan rujukan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM).
Pernyataan Sekda yang dimuat dalam pemberitaan Dinas Kesehatan Kota Ternate pada Rabu (22/7/2026) dinilai sebagai komitmen yang patut diapresiasi. Namun, Muis menegaskan bahwa masyarakat akan menilai pemerintah berdasarkan implementasi di lapangan, bukan sekadar penyampaian kebijakan.
“Mutu pelayanan kesehatan tidak diukur dari banyaknya arahan atau kegiatan seremonial Rabu Menyapa, tetapi dari komitmen pemerintah dalam menjamin masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, aman, dan didukung fasilitas yang selalu siap digunakan,” ujar Muis.
Ia menilai percepatan perbaikan fasilitas kesehatan yang disampaikan Sekda seharusnya menjadi momentum untuk memastikan Ambulans Laut BAHIM selalu dalam kondisi siap operasional. Bahkan, menurutnya, Pemerintah Kota Ternate perlu menambah dua armada ambulans laut dan menempatkannya secara strategis di masing-masing kecamatan kepulauan.
“Ambulans laut bukan sekadar aset pemerintah. Bagi masyarakat kepulauan, ambulans laut merupakan sarana penyelamat nyawa. Karena itu, pemerintah harus memastikan armada tersebut selalu siap operasi, mudah diakses, dan dapat bergerak cepat ketika terjadi keadaan darurat,” tegasnya.
Muis menjelaskan bahwa tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan berbeda dengan wilayah daratan. Kondisi geografis membuat masyarakat sangat bergantung pada transportasi laut, sehingga keterlambatan evakuasi pasien dapat berakibat fatal.
Karena itu, ia menilai peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengedepankan budaya pelayanan yang ramah, tetapi juga harus didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.
“Keramahan petugas adalah bagian dari pelayanan yang baik, tetapi keramahan saja tidak cukup apabila fasilitas utama untuk menyelamatkan pasien belum dipastikan selalu siap digunakan. Pelayanan kesehatan yang bermutu harus dibangun di atas sistem yang responsif, didukung sarana yang memadai, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah,” katanya.
Muis berharap pernyataan Sekda menjadi titik awal evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan di Kota Ternate, khususnya mekanisme rujukan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari pencapaian administratif, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara ketika menghadapi kondisi darurat.
“Jika Pemerintah Kota Ternate ingin membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas, maka memastikan Ambulans Laut BAHIM selalu siap melayani harus menjadi prioritas. Hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang cepat dan layak harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi komitmen di atas mimbar,” tutup Muis. (*)















