PAPINO Cup 1 Semarakkan HUT ke-81 RI, Gardu Unkhair Siapkan Atlet Domino Menuju Prestasi

POSTTIMUR.COM, TERNATE – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Ternate berlangsung semakin semarak dengan digelarnya Fun Game Domino PAPINO Cup 1 di Salwa Cafe, 16–17 Agustus 2026.

Turnamen yang diikuti 32 pasang atlet domino tersebut memperebutkan total hadiah sebesar Rp4 juta. Pertandingan berlangsung meriah dengan persaingan ketat, mengandalkan strategi, konsentrasi, kekompakan, dan sportivitas para peserta.

Pasangan Said–Bahar berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Mat–Sadi, disusul Adi–Jef sebagai juara ketiga, sementara Kk Am–Ayawiro meraih juara keempat.

Ketua Gardu Unkhair, Nonce Hasan, yang sekaligus menjadi donatur kegiatan, mengatakan PAPINO Cup 1 tidak semata-mata digelar untuk memperebutkan hadiah. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan, sekaligus mendorong pembinaan atlet domino, khususnya di lingkungan Universitas Khairun.

Fun Game Domino PAPINO Cup 1 di Salwa Cafe.

“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Tetapi yang paling penting bagi kami adalah bagaimana momentum ini menjadi ruang silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara para atlet domino,” ujar Nonce.

Nonce mengatakan, ke depan Gardu Unkhair diharapkan tidak hanya dikenal sebagai tempat berkumpul dan bermain domino. Gardu ingin dikembangkan menjadi wadah silaturahmi, pembinaan, serta pengembangan potensi atlet di lingkungan Universitas Khairun.

Untuk mewujudkan hal tersebut, salah satu agenda yang akan didorong adalah konsolidasi kepengurusan Gardu Unkhair agar organisasi memiliki arah dan program kerja yang lebih jelas serta berkelanjutan.

“Kami ingin melakukan konsolidasi kepengurusan Gardu Unkhair agar ke depan organisasi ini semakin solid. Gardu harus memiliki program yang jelas, bukan hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi wadah yang bisa memberikan manfaat bagi anggotanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembinaan atlet domino menjadi salah satu fokus utama. Menurut Nonce, potensi atlet domino di lingkungan kampus cukup besar dan perlu dikembangkan secara serius.

“Kami ingin melahirkan atlet-atlet domino Gardu Unkhair yang berprestasi. Kalau selama ini bermain hanya sebatas hobi, ke depan kita ingin meningkatkan kemampuan mereka melalui pembinaan dan pertandingan yang terukur,” katanya.

Nonce menilai domino tidak semestinya hanya dipandang sebagai permainan untuk mengisi waktu luang. Jika dikelola secara positif, permainan tersebut dapat melatih konsentrasi, kemampuan membaca situasi, strategi, pengambilan keputusan, komunikasi, hingga kekompakan dalam tim.

Karena itu, Gardu Unkhair diarahkan menjadi ruang pembinaan yang dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi dan membawa nama baik kampus dalam berbagai turnamen domino, baik di tingkat lokal maupun lebih luas.

“Kita ingin dari Gardu ini lahir atlet-atlet yang bukan hanya jago bermain, tetapi juga memiliki sportivitas dan mampu membawa nama baik Universitas Khairun dalam berbagai pertandingan,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, Nonce menekankan pentingnya fungsi sosial Gardu Unkhair sebagai ruang silaturahmi bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Khairun.

Menurutnya, rutinitas pekerjaan kampus yang padat membuat sivitas akademika membutuhkan ruang interaksi yang lebih santai dan informal.

“Kita semua tahu pekerjaan di kampus cukup padat. Dosen dengan tugas tridarma perguruan tinggi, sementara tenaga kependidikan juga memiliki beban pekerjaan masing-masing. Karena itu, kita membutuhkan ruang untuk sesekali bersantai, bercengkerama, tertawa bersama, dan membangun komunikasi yang lebih cair,” ungkapnya.

Ia menilai olahraga dan permainan seperti domino dapat menjadi aktivitas positif untuk melepas kepenatan sekaligus memperkuat hubungan antarsesama.

“Gardu ini bisa menjadi salah satu cara kampus untuk ‘menolak stres’. Setelah seharian menghadapi pekerjaan yang padat, kita bisa berkumpul, bermain, bercanda, dan bersilaturahmi. Jadi pulang dari Gardu bukan membawa beban, tetapi membawa suasana hati yang lebih segar,” katanya sambil tersenyum.

Nonce menegaskan, konsep tersebut bukan berarti mengabaikan pekerjaan, melainkan menciptakan keseimbangan antara produktivitas dan kebutuhan sosial sivitas akademika.

Ia juga berharap Gardu Unkhair menjadi ruang yang mampu mempertemukan dosen dan tendik tanpa sekat jabatan, fakultas, program studi, maupun unit kerja.

“Di ruang kerja kita memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetapi ketika berada di Gardu, kita adalah saudara dan teman. Kita bisa duduk bersama, bermain bersama, saling mengenal lebih dekat. Dari situlah persaudaraan dan kebersamaan akan tumbuh,” tuturnya.

Melihat antusiasme peserta dalam PAPINO Cup 1, Nonce memastikan kegiatan serupa tidak berhenti pada momentum HUT Kemerdekaan RI.

Ia mengungkapkan, pertandingan domino berikutnya direncanakan digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

“Insyaallah kegiatan seperti ini akan kembali kami laksanakan pada momentum Hari Sumpah Pemuda. Kami ingin menjadikan pertandingan domino sebagai agenda silaturahmi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap event berikutnya dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak atlet dan komunitas domino. Turnamen tersebut juga diharapkan menjadi ajang untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan atlet-atlet Gardu Unkhair.

Nonce memberikan apresiasi kepada seluruh 32 pasang peserta yang telah ambil bagian dalam PAPINO Cup 1. Ia juga menyampaikan selamat kepada para juara dan mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dari sebuah pertandingan.

“Selamat kepada para juara. Tetapi bagi kami, seluruh peserta adalah pemenang karena telah ikut membangun suasana kebersamaan. Yang kita cari bukan hanya siapa yang membawa pulang hadiah, tetapi bagaimana setelah pertandingan ini kita semua pulang membawa persaudaraan yang lebih kuat,” pungkasnya.

PAPINO Cup 1 diharapkan menjadi langkah awal lahirnya tradisi kegiatan yang memadukan olahraga, prestasi, rekreasi, silaturahmi, dan penguatan persaudaraan di lingkungan sivitas akademika Universitas Khairun.

Dari Gardu Unkhair untuk kebersamaan. Dari hobi menuju prestasi. Dari pertandingan lahir persaudaraan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *