Breaking News

Afrah Lakoda Terpilih Pimpin FORSAS MU, Regenerasi Kepemimpinan Diharapkan Perkuat Tradisi Intelektual

Oleh Riski Mansur - 04 Nov 2026 WIT

TERNATE, POSTTIMUR.COM – Forum Study Anak Sastra Maluku Utara (FORSAS MU) resmi menetapkan Afrah Syalwa A. Alakoda sebagai Koordinator baru melalui Musyawarah Pemilihan dan Pergantian Koordinator yang berlangsung di Sekretariat FORSAS MU, Rabu (4/11/2026).

Musyawarah yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 20.00 WIT tersebut dihadiri seluruh kader FORSAS MU yang masih aktif sebagai mahasiswa. Agenda ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya menjaga keberlanjutan organisasi sebagai ruang pengembangan intelektualitas mahasiswa.

Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara demokratis, Afrah Lakoda mendapatkan kepercayaan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan FORSAS MU pada periode berikutnya.

Terpilihnya koordinator baru diharapkan mampu menghadirkan semangat dan energi baru dalam mengembangkan FORSAS MU sebagai ruang belajar yang produktif, kreatif, dan progresif. Selain itu, kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat tradisi diskusi, dialektika, serta melahirkan gagasan-gagasan kritis yang berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas kader.

Eks Koordinator FORSAS MU, Ridwan Saban, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan kepada koordinator terpilih agar amanah kepemimpinan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen dalam menjaga nilai-nilai kolektif yang selama ini menjadi fondasi organisasi.

Menurut Ridwan, pergantian kepemimpinan bukan sekadar proses pergantian figur atau jabatan, melainkan bagian dari keberlanjutan perjuangan dan regenerasi organisasi.

Karena itu, ia berharap koordinator baru mampu merangkul seluruh kader, membangun komunikasi yang terbuka, memperkuat solidaritas, serta menjadikan FORSAS MU sebagai ruang belajar, berdiskusi, dan bertumbuh bersama.

Ia juga mengingatkan agar FORSAS MU tetap menjaga identitas dan orientasinya sebagai ruang pengembangan intelektualitas mahasiswa. Sebab, keberadaan sebuah Study Club harus terus dihidupkan melalui dialektika, pertukaran gagasan, kreativitas, serta gerakan yang memiliki keberpihakan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan realitas sosial.

“Selamat kepada Saudari Afrah Lakoda atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Semoga kepemimpinan yang baru mampu membawa FORSAS MU menjadi lebih baik tanpa melupakan nilai-nilai perjuangan dan kebersamaan yang telah dibangun sebelumnya,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Afrah Syalwa A. Alakoda selaku koordinator terpilih menyampaikan bahwa dirinya merasa memiliki tanggung jawab penting untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan yang telah dibangun melalui proses panjang di FORSAS MU.

Baginya, keberlangsungan forum tidak hanya bergantung pada pergantian kepemimpinan, tetapi juga pada komitmen setiap kader dalam menjaga nilai, integritas, dan loyalitas terhadap organisasi.

“Penting kiranya menjaga wadah ini dengan kekuatan integritas dan loyalitas penuh, agar tercapainya misi-misi pembelajaran yang baik dan benar,” ungkap Afrah.

Dengan terpilihnya koordinator baru, FORSAS MU diharapkan terus menjadi ruang yang terbuka bagi mahasiswa untuk mengasah daya kritis, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas, serta membangun tradisi intelektual yang berkelanjutan.

Kepemimpinan boleh berganti, tetapi semangat kolektif, intelektualitas, dan perjuangan harus tetap hidup. (*)

Back To Top