ISEI Halbar Gelar Seminar Nasional, Dorong Jailolo Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

HALBAR, POSTTIMUR.COM – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Halmahera Barat, Cabang Ternate, Koordinator Provinsi Maluku Utara, akan menggelar pelantikan pengurus dan seminar nasional dengan mengusung tema “Penataan Kawasan Ekonomi Terintegrasi Jailolo Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, bertempat di Aula Kantor Bupati Halmahera Barat, Jalan Pengabdian Nomor 1, Desa Jati Porniti, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Ketua Panitia ISEI Komisariat Halmahera Barat, Rifai Badarudi, mengatakan seminar nasional ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemikiran strategis mengenai arah pembangunan ekonomi Halmahera Barat, khususnya dalam menjadikan Jailolo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, penataan kawasan ekonomi terintegrasi menjadi isu penting yang perlu dibahas secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Penataan kawasan ekonomi terintegrasi Jailolo menuju pusat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan menjadi tema utama yang kami angkat dalam kegiatan pelantikan dan seminar nasional ini,” ujar Rifai.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek strategis yang akan menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengembangan Jailolo Front, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta penataan zonasi kawasan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami ingin melalui seminar nasional ini, berbagai aspek pembangunan ekonomi Jailolo dapat dibahas secara komprehensif, termasuk bagaimana mengembangkan Jailolo Front, memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya, serta menata zonasi kawasan ekonomi secara terintegrasi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Rifai menambahkan, seminar tersebut akan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, lembaga keuangan, dan kalangan akademisi. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas perspektif sekaligus membangun kesamaan pandangan mengenai strategi pengembangan ekonomi daerah.
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, sejumlah narasumber yang dijadwalkan hadir di antaranya Bupati Halmahera Barat James Uang, Kepala OJK Provinsi Maluku Utara Adi Surahmat, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Handi Susila, serta Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara Dr. Sarmin S. Adam.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan akademisi, termasuk dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, serta Kepala Bapperida Kabupaten Halmahera Barat, Sahmi Salim.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat menghadirkan pembahasan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga menyentuh penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi lokal, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi.
“Keterlibatan pemerintah, lembaga keuangan, dan akademisi sangat penting agar pembahasan ini menghasilkan perspektif yang lebih luas mengenai arah pembangunan ekonomi Halmahera Barat, khususnya dalam mendorong Jailolo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.
Rifai berharap, pelantikan dan seminar nasional ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial maupun ruang diskusi akademis, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi pemikiran dan rekomendasi bagi pengembangan Jailolo sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tutup Rifai.
Reporter: Witho

