POSTTIMUR.COM, TERNATE — Dugaan adanya permintaan setoran uang kepada sejumlah yayasan kembali menjadi sorotan publik di Maluku Utara. Hal itu mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut melibatkan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara, Sahril Taher.
Dalam percakapan yang beredar, sejumlah yayasan diduga diminta menyetorkan sejumlah uang dengan dalih “hak pusat” maupun “uang pusat”.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, permintaan tersebut diduga tidak hanya ditujukan kepada satu yayasan. Sedikitnya 11 yayasan disebut memiliki kewajiban untuk menyetor uang melalui Sahril.
Yang menjadi perhatian, dalam salah satu percakapan, Sahril disebut mengirimkan nomor rekening Bank Mandiri atas nama CV Twone Sukses Ciptanusa. Rekening tersebut disebut berkaitan dengan pembayaran yang dalam percakapan disebut sebagai “uang dapur”.
Namun, berdasarkan materi percakapan yang beredar, belum diketahui secara pasti dasar hukum, mekanisme maupun peruntukan dana yang disebut sebagai “hak pusat” dan “uang pusat” tersebut.
Yayasan Taliabu Pertanyakan Fasilitas
Dalam salah satu percakapan yang beredar, seorang ketua yayasan di Kabupaten Pulau Taliabu disebut mempertanyakan mengenai pengadaan fasilitas yayasan, termasuk bangunan dan kebutuhan kantor.
Pertanyaan tersebut kemudian disebut mendapat respons dari Sahril. Ia menyampaikan bahwa belum ada arahan lebih lanjut dari pusat terkait fasilitas gedung maupun kontrak tempat.
“Yayasan pusat mau tertibkan administrasi. Belum ada arahan lanjutan untuk kontrak tempat. Disarankan awal buat ruangan sementara jadikan kantor.”
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari percakapan yang kini beredar dan menjadi perhatian publik.
Bendahara DPD Disebut Tak Menyetor
Dalam percakapan lain yang disebut masih berkaitan dengan persoalan tersebut, nama Bendahara DPD Gerindra Maluku Utara, Rosita Syarif, juga disebut.
Menurut informasi dari sumber yang menelusuri percakapan tersebut, Rosita disebut tidak melakukan penyetoran. Namun, sumber juga menyebut bahwa kondisi yang dialami Rosita berbeda dengan sejumlah yayasan lainnya.
Rosita disebut tidak mendapatkan tekanan maupun ancaman sebagaimana yang diduga dialami oleh beberapa pihak yang diminta melakukan setoran.
Meski demikian, informasi tersebut masih bersumber dari percakapan dan keterangan yang beredar. Keaslian tangkapan layar, konteks utuh percakapan, serta hubungan antara rekening CV Twone Sukses Ciptanusa dengan dana yang disebut “uang pusat” maupun “uang dapur” masih perlu diklarifikasi lebih lanjut.
Hingga berita ini disusun, diperlukan penjelasan dari pihak-pihak yang disebut dalam percakapan untuk memastikan duduk perkara sebenarnya, termasuk mengenai dasar permintaan setoran kepada yayasan, nominal yang diminta, tujuan penggunaan dana, serta status rekening yang dicantumkan dalam percakapan.
Publik juga menunggu klarifikasi dari Sahril Taher maupun pihak terkait agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi tanpa penjelasan yang utuh. (*)
