‎BI Maluku Utara dan ISEI Ternate Tindaklanjuti Hasil Pertemuan, Kunjungi FEB Unkhair dan UMKM

POSTTIMUR.COM, TERNATE — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Ternate melakukan kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun (Unkhair), Ternate.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil pertemuan dan komunikasi antara ISEI dengan BI Maluku Utara dalam memperkuat sinergi program di bidang ekonomi, pendidikan, penelitian, serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pertemuan bersama Perwakilan BI Maluku Utara, Pengurus ISEI Ternate, dan akademisi FEB Unkhair.

‎Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, mengatakan pertemuan yang berlangsung di FEB Unkhair tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi antara ISEI Cabang Ternate dan BI Maluku Utara yang digelar pada pekan sebelumnya, setelah pelaksanaan pleno ISEI di Bogor.

‎“Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut atau follow up dari rapat koordinasi antara ISEI Cabang Ternate dan BI Maluku Utara minggu lalu, setelah ISEI melakukan pleno di Bogor,” ujar Fadhil.

‎Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat kerja sama antara BI, ISEI, dan Universitas Khairun. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan hubungan antara dunia akademik dengan institusi kebanksentralan.

‎Fadhil menyebutkan, terdapat sejumlah bentuk kerja sama yang akan didorong, termasuk keterlibatan kembali BI dalam program Praktisi Mengajar serta pembukaan ruang bagi mahasiswa Unkhair untuk mengikuti program magang di Bank Indonesia.

‎Selain itu, BI juga mendorong agar mata kuliah atau pembelajaran mengenai kebanksentralan dapat kembali dihidupkan di lingkungan Universitas Khairun.

Peninjauan UMKM di sekitar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun.

‎“Sehingga bisa memberikan pemahaman yang lebih baik kepada civitas akademika Universitas Khairun, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengenai peran dan fungsi bank sentral,” jelasnya.

‎Lirik Potensi UMKM di Sekitar Kampus

‎Tak hanya membahas kerja sama di bidang pendidikan, pertemuan tersebut juga dilanjutkan dengan peninjauan terhadap sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di sekitar kawasan FEB Unkhair.

‎Fadhil mengatakan, dari hasil peninjauan tersebut pihaknya menemukan sejumlah UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan, termasuk usaha kopi yang dinilai memiliki cita rasa cukup baik.

‎“Kami juga melakukan peninjauan UMKM yang ada di sekitar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unkhair. Kami melihat ada beberapa usaha kopi yang rasanya lumayan enak,” katanya.

‎Potensi tersebut, lanjut Fadhil, terbuka untuk dikembangkan melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan UMKM yang dimiliki BI.

‎“Banyak potensi yang dapat kita lakukan dan sinergikan antara BI, ISEI maupun Universitas Khairun,” tegasnya.

‎ISEI Dorong Kampus Jadi Ruang Kolaborasi

‎Sekretaris ISEI Cabang Ternate, Dr. Thahrim Imam, S.E., M.Si., turut terlibat dalam pertemuan tersebut. Kehadiran ISEI menjadi bagian penting dalam menjembatani hubungan antara dunia akademik, kebijakan ekonomi, dan kebutuhan pembangunan daerah.

‎Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi dapat diwujudkan dalam program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

‎Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun, Dr. Sulfi Abdulhaji, S.E., M.Si., menyambut baik penguatan kerja sama tersebut.

‎Kolaborasi antara FEB Unkhair, BI Maluku Utara, dan ISEI Cabang Ternate dinilai penting untuk memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus mempertemukan teori ekonomi yang diperoleh di ruang kuliah dengan praktik kebijakan dan dunia usaha.

‎Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu menjadikan kampus bukan sekadar tempat pembelajaran akademik, tetapi sebagai ruang strategis untuk membangun literasi ekonomi, mencetak sumber daya manusia yang memahami kebijakan moneter dan kebanksentralan, serta mendorong tumbuhnya UMKM lokal.

‎Dengan demikian, sinergi BI, ISEI, dan Unkhair tidak hanya berbicara tentang kerja sama kelembagaan, tetapi juga membuka peluang lahirnya ekosistem pendidikan ekonomi dan pemberdayaan UMKM yang lebih kuat di Maluku Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top