Dosen FEB Unkhair Dampingi Pelaku Usaha di Pasar Syariah Sasa, Dorong Ekonomi Lokal Lebih Berdaya Saing

POSTTIMUR.COM, TERNATE — Universitas Khairun (Unkhair) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kali ini, kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Usaha Masyarakat Lokal dalam Optimalisasi Pemanfaatan Pasar Syariah” digelar di Pasar Syariah Sasa, Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun sebagai narasumber, yakni Dr. Septy Indra Santoso, S.E., M.Ak., Irmawati A. Husen, S.E., M.Si., dan Faradisa Bachmis, S.E., M.Si.

Ketiganya memberikan pemahaman sekaligus pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan usaha serta memanfaatkan keberadaan Pasar Syariah Sasa secara lebih optimal.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kelurahan Sasa. Lurah Sasa, Ridwan B. Farman, S.H., berhalangan hadir dan diwakili oleh Zulkarnain Soamole, S.Pi., Kepala Seksi Pemerintahan dan Ketertiban Kelurahan Sasa.

Kehadiran pemerintah kelurahan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah setempat dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak Sekadar Teori, Pelaku Usaha Diberi Pendampingan

Peserta kegiatan terdiri dari masyarakat Kelurahan Sasa dan para pelaku usaha lokal yang menjalankan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar pasar.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi secara teoritis. Para peserta juga mendapatkan pendampingan praktis yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pengembangan potensi produk lokal, peningkatan kualitas produk, pengelolaan usaha, pelayanan kepada konsumen, hingga strategi membaca peluang pasar.

Pelaku usaha juga didorong untuk tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi mampu mengelola usaha secara lebih terencana dan berkelanjutan.

Pasar Syariah Didorong Jadi Pusat Ekonomi Masyarakat

Konsep pasar syariah menjadi salah satu pembahasan penting dalam kegiatan tersebut.

Pasar tidak hanya dipandang sebagai ruang transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang mengedepankan nilai kejujuran, kehalalan, keberkahan, dan transaksi sesuai prinsip syariah.

Melalui pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat melihat Pasar Syariah Sasa sebagai peluang untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan. Para pelaku usaha aktif mengikuti materi, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Bagi masyarakat, pendampingan dari kalangan akademisi memberikan ruang untuk memperoleh perspektif baru dalam mengelola dan mengembangkan usaha.

Dorong Usaha Lokal Naik Kelas

Para dosen FEB Unkhair juga mendorong pelaku usaha agar mulai melihat bisnis secara lebih strategis, termasuk memahami kebutuhan konsumen, meningkatkan kualitas pelayanan, melakukan inovasi, serta memanfaatkan peluang pasar.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pengetahuan akademik secara langsung di tengah masyarakat.

Sinergi antara Universitas Khairun, Pemerintah Kelurahan Sasa, masyarakat, dan pelaku usaha lokal diharapkan mampu memperkuat keberadaan Pasar Syariah Sasa sebagai ruang ekonomi produktif bagi masyarakat.

Pendampingan secara berkelanjutan juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, memperkuat daya saing, dan menciptakan usaha yang lebih produktif.

Program tersebut menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, Pasar Syariah Sasa diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi lokal yang kuat, mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top