Penerimaan Tamu Penggalang SMP Muhammadiyah 1 Halteng Fokus Bentuk Karakter Siswa

POSTTIMUR.COM, HALTENG — SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah menggelar kegiatan Penerimaan Tamu Penggalang sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kepramukaan bagi peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung di halaman SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah, Desa Kipai, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, tersebut digelar selama tiga hari, mulai Jumat (18/9/2026) hingga Minggu (20/9/2026). Sebanyak 12 peserta Tamu Penggalang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Penerimaan Tamu Penggalang merupakan agenda rutin yang dilaksanakan SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah setiap penerimaan peserta didik baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan sebelum para peserta nantinya dikukuhkan sebagai anggota Penggalang penuh pada Gugus Depan (Gudep) KH Ahmad Dahlan.

Salah satu Pembina Pramuka SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah, Nurjana Samsudin, mengatakan kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman positif bagi para peserta.

Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab serta mampu bekerja sama dengan orang lain.

“Penerimaan Tamu Penggalang menjadi sarana bagi siswa untuk belajar kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab. Kegiatan ini juga mengenalkan siswa pada kegiatan dan nilai-nilai kepramukaan melalui pendidikan karakter,” kata Nurjana.

Ia menjelaskan, kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam proses pendidikan karena peserta didik memperoleh pengalaman secara langsung melalui berbagai aktivitas, interaksi dengan sesama peserta maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, Nurjana berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti selama perkemahan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

“Harapan saya, kegiatan perkemahan di SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah dapat terus berkembang dan dilaksanakan secara berkelanjutan. Semoga semakin banyak siswa yang aktif dan memiliki semangat mengikuti kegiatan kepramukaan,” ujarnya.

Wadah Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah, Iksan Guanen, S.Pd., mengatakan Penerimaan Tamu Penggalang telah menjadi agenda rutin sekolah setiap kali penerimaan peserta didik baru.

Menurut Iksan, kegiatan tersebut menjadi tahapan penting dalam memberikan pemahaman dan pengalaman kepramukaan kepada siswa sebelum mereka dikukuhkan sebagai anggota Penggalang penuh di Gudep KH Ahmad Dahlan.

“Tamu Penggalang ini menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan dan inovasi, sekaligus mempersiapkan generasi yang cerdas untuk menjadi pemimpin di masa depan,” kata Iksan.

Ia menilai kegiatan kepramukaan juga sejalan dengan upaya sekolah dalam menerapkan pembelajaran yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman di luar kelas.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi yang diarahkan pada pembentukan sikap, mental dan karakter, terutama dalam aspek kedisiplinan.

“Salah satu model kedisiplinan adalah bagaimana peserta mengikuti setiap kegiatan, terutama kegiatan keagamaan sebagai umat Islam,” jelasnya.

Iksan berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan dan pengalaman para peserta sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai dasar kepramukaan, termasuk Trisatya dan Dasa Darma Pramuka.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan serupa disampaikan Iksan saat menjadi pembina dalam kegiatan api unggun pada malam sebelumnya. Ia mengingatkan para peserta agar seluruh materi dan pengalaman yang diperoleh selama perkemahan dapat menjadi bekal untuk membangun sikap dan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Sarana dan Prasarana Masih Menjadi Evaluasi

Meski kegiatan berjalan baik, Iksan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya.

Kekurangan tersebut terutama berkaitan dengan sarana dan prasarana serta sejumlah atribut perkemahan yang masih perlu dilengkapi dan diperbaiki.

“Dalam kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu (PERJUSAMI) tentu masih terdapat kekurangan, baik dari sarana prasarana maupun atribut perkemahan yang mesti dievaluasi dan diperbaiki ke depannya,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Halmahera Tengah berharap gerakan Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi salah satu ruang pendidikan karakter yang mampu membentuk peserta didik agar lebih disiplin, mandiri, bertanggung jawab, berakhlak, serta memiliki semangat kepemimpinan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top